Jumat, 24 April 2026

Berita Internasional

India Mulai "Panic Buying" Beli BBM Usai 3 Minggu Perang Iran

India sudah mengalami panic buying untuk pembelian bahan bakar minyak (BBM) di tengah perang Timur Tengah yang tidak kunjung reda. 

Editor: Desy Selviany
Istimewa/Press Tv
INDIA PANIK-Video panic buying pembelian BBM di India viral dibagikan akun X media nasional Iran Press Tv pada Rabu (25/3/2026).  

WARTAKOTALIVE.COM - India sudah mengalami panic buying untuk pembelian bahan bakar minyak (BBM) di tengah perang Timur Tengah yang tidak kunjung reda. 

Video panic buying pembelian BBM di India viral dibagikan akun X media nasional Iran Press Tv pada Rabu (25/3/2026). 

Antrean BBM di India bahkan mencapai berjam-jam dampak krisis energi perang AS-Israel dan Iran.

“Para pengendara sepeda motor India mengantre berjam-jam di sebuah SPBU yang terendam banjir — dampak dari krisis energi yang terkait dengan perang AS-Israel di Iran,”

Dimuat Times of India Perdana Menteri India Narendra Modi mengakui kondisi BBM di India juga mengkhawatirkan karena perang di Asia Barat.

Namun demikian Modi memastikan bahwa pasokan energi India aman meski harus dikendalikan secara ketat.

Baca juga: Operasi Gelombang ke-79, Tentara Israel Dihantam Rudal Iran

Antrean BBM di India sudah berlangsung sejak Selasa (24/3/2026) pagi dan berlanjut hingga larut malam. 

Orang-orang yang mengendarai kendaraan roda dua dan roda empat terus membanjiri stasiun pengisian bahan bakar, menambah panjang antrean yang berliku-liku. 

Karena kendaraan berdesakan maka lalu lintas bergerak lambat di dekat pom bensin pada tengah malam.

Dimuat IndianaExpress antrean panjang terlihat di stasiun-stasiun bahan bakar di Ahmedabad, Gandhinagar, Rajkot, Surat, dan kota-kota Gujarat lainnya.

Warga Gujarat panic buying setelah beberapa stasiun pompa kehabisan bahan bakar.

Selain itu tersebar juga rumor tentang kekurangan di tengah perang di Asia Barat.

Sementara itu, pemerintah negara bagian mengeluarkan pernyataan yang mendesak masyarakat untuk tidak panik dan menyatakan bahwa stok bensin dan solar di negara bagian tersebut mencukupi.

“Jumlah bensin dan solar yang tersedia di negara bagian ini mencukupi. Warga tidak perlu panik karena rumor. Tidak perlu menimbun bahan bakar,” kata Wakil Ketua Menteri Harsh Sangahvi.

 

Sumber: WartaKota
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved