Selasa, 19 Mei 2026

Lebaran

Arus Mudik Tol Jakarta-Cikampek KM 48 Karawang Malam Ini Ramai Lancar

Setelah siang hari sempat padat, arus mudik di Tol Jakarta-Cikampek KM 48 Karawang arah Cikampek kini mulai lancar pada Kamis (19/3/2026) malam.

Tayang:
Penulis: Muhammad Azzam | Editor: Dwi Rizki
Warta Kota/Muhammad Azzam
MUDIK LEBARAN - Kondisi lalu lintas di ruas Tol Jakarta-Cikampek KM 48 Karawang arah ke Cikampek pada Kamis (19/3/2026) malam. Terhitung sejak pukul 18.40 WIB kondisi arus lalu lintas ramai lancar. 

Ringkasan Berita:
  • Arus mudik di ruas Tol Jakarta-Cikampek KM 48 Karawang sempat padat sejak pagi hingga sore akibat banyak pemudik berhenti di bahu jalan untuk beristirahat atau buang air kecil.
  • Namun, pada Kamis (19/3/2026) malam, kondisi lalu lintas mulai ramai lancar dari Cikarang hingga Karawang, dengan kecepatan kendaraan 60–80 km/jam.

WARTAKOTALIVE.COM, KARAWANG - Arus mudik di ruas Tol Jakarta-Cikampek KM 48 Karawang arah ke Cikampek mulai ramai pada Kamis (19/3/2026) malam.

Pantauan Tribun Bekasi (Warta Kota Network), kedapatan terjadi sejak pagi hingga sore hari.

Akan tetapi mulai pukul 16.40 WIB, arus lalu lintas di ruas tol Japek mulai mencair. Dan saat ini pukul 18.40 WIB kondisi arus lalu lintas ramai lancar.

Kondisi ramai lancar ini mulai dari Cikarang, Kabupaten Bekasi sampai wilayah Karawang.

Kepadatan yang sempat terjadi di titik jelang rest area KM 57 juga sudah tidak terjadi dan kondisinya lancar.

Kecepatan kendaraan juga bisa mencapai 60-80 kilometer per jam.

Sebelumnya, Arus mudik di ruas Tol Jakarta- Cikampek masih padat pada Kamis (19/3/2026) sore.

Kepadatan terjadi sejak KM 38 Cikarang hingga KM 58 Karawang.

Baca juga: Jalur Alternatif Lamaran-Karawang Padat Merayap, Imbas Pemudik Hindari Pantura dan Tol Japek

Pantauan Tribun Bekasi (Warta Kota Network) titik simpul kepadatan terjadi di KM 48 Karawang selepas turunan Tol Layang Mohammed Bin Zayed (MBZ) hingga menuju jelang rest area KM 57.

Kepadatan diperparah karena banyak pemudik nekat menghentikan kendaraan di bahu jalan.

Alasan utama pemudik berhenti adalah untuk buang air kecil atau beristirahat setelah perjalanan panjang.

Sehingga membuat arus lalu lintas tampak padat merayap.

“Terpaksa berhenti, sudah tidak tahan. Rest Area masih lama dan takut penuh malah engga bisa ke kamar mandi,” ujar Agus, salah satu pemudik asal Ancol, Jakarta Utara.

Ia menyebut, berangkat dari Jakarta sampai ke KM 48 ini ditempuh selama empat jam.

Kemacetan terjadi sejak awal masuk ke Tol Layang MBZ sampai turunan tol Layang.

Sumber: WartaKota
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved