Berita Nasional
Indonesia Bersiap Hadapi Godzilla El Nino Sebagai Puncak Musim Panas 2026
Meski sudah mengalami cuaca panas, ternyata akhir bulan Maret 2026 ini bukan puncak musim panas di Indonesia.
WARTAKOTALIVE.COM - Meski sudah mengalami cuaca panas, ternyata akhir bulan Maret 2026 ini bukan puncak musim panas di Indonesia.
Diketahui suhu maksimum di Jakarta pada periode 14 hingga 15 Maret 2026 lalu, tercatat mencapai 35,6 derajat Celsius.
Angka ini tercatat Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) di Stasiun Meteorologi Halim Perdana Kusuma, Jakarta Timur.
Meski suhunya cukup tinggi ternyata bulan Maret 2026 ini bukan puncak musim panas di Indonesia.
Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) memprediksi bahwa Indonesia akan mengalami fenomena Godzilla El Nino.
Fenomena Godzilla El Nino adalah ketika El Nino muncul dengan kekuatan luar biasa akibat suhu sangat tinggi di bagian timur Samudra Pasifik.
Terakhir Godzilla El Nino terjadi pada tahun 2015-2016. Saat itu, fenomena ini memicu serangkaian bencana alam di sejumlah penjuru dunia.
Di akun instagramnya pada Kamis (19/3/2026) BRIN menjelaskan berdasarkan data model prediksi global (JAMSTEC) dan BRIN, fenomena ini diperkirakan mulai terjadi sejak April 2026.
Situasi ini semakin kompleks karena "berduet" dengan fenomena Indian Ocean Dipole (IOD) Positif di Samudra Hindia.
Kombinasi keduanya menciptakan kondisi yang kontras di wilayah Indonesia di mana minim awan dan Hujan.
Pembentukan awan hujan justru terkonsentrasi di atas Samudra Pasifik, sementara wilayah Indonesia kehilangan potensi hujannya.
Baca juga: Suhu Jakarta Capai 35,6 C°, Sampai Kapan Cuaca Panas Berlangsung?
Selain itu terjadi pendinginan suhu laut. Di dekat Sumatra dan Jawa, suhu permukaan laut mendingin, yang mengakibatkan pengurangan curah hujan secara signifikan.
Ancaman ini tidak memukul semua wilayah dengan cara yang sama.
Di satu sisi, sebagian besar Pulau Jawa hingga Nusa Tenggara Timur (NTT) akan memasuki musim kemarau yang lebih panjang, kering, dan panas. Hal ini mengancam lumbung padi nasional, terutama di kawasan Pantura Jawa.
Namun di sisi lain, wilayah timur laut seperti Sulawesi, Halmahera, dan Maluku justru diprediksi tetap mengalami curah hujan tinggi yang berpotensi menyebabkan banjir dan longsor.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/JAKARTA-PANAS-EKSTREM-Foto-merupaka.jpg)