Senin, 27 April 2026

Berita Jakarta

Transjabodetabek Blok M–Soetta Diminati, Pemprov DKI Kaji Tambah Armada

Rute Transjabodetabek Blok M–Bandara Soetta diserbu penumpang. Tarif Rp3.500 picu antrean, armada diminta ditambah.

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA -- Rute baru Transjabodetabek yang menghubungkan Blok M dengan Bandara Internasional Soekarno-Hatta disambut antusias tinggi oleh masyarakat, terutama menjelang arus mudik Lebaran 2026. 

Tingginya minat penumpang bahkan memicu antrean panjang di sejumlah titik keberangkatan.

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, mengakui lonjakan penumpang terjadi di luar perkiraan. Ia menyebut, permintaan penambahan armada sudah muncul sejak awal operasional layanan tersebut.

“Sekarang saja sudah ada permintaan untuk menambah bus. Bahkan di Blok M sempat terjadi antrean yang cukup panjang hingga mengganggu aktivitas,” ujar Pramono saat ditemui di kawasan Cipayung, Jakarta Timur, Rabu (18/3/2026).

Baca juga: Mencoba Naik Bus Transjabodetabek Blok M–Soetta, Tarif Rp 3.500 dengan Waktu Tempuh 1 Jam 20 Menit

Ia menjelaskan, saat ini armada yang disiapkan untuk rute tersebut sebanyak 14 unit bus dengan interval kedatangan sekitar 15 menit.

Namun, kondisi di lapangan menunjukkan waktu tunggu tersebut dinilai tidak lagi memadai.

“Sekarang diminta jeda waktunya hanya 5 sampai 10 menit. Ini karena momentum Lebaran, banyak masyarakat yang bepergian pulang kampung,” katanya.

Tarif Murah Jadi Daya Tarik

Pramono menambahkan, lonjakan penumpang dipicu tidak hanya oleh kebutuhan mobilitas saat Idulfitri, tetapi juga tarif yang sangat terjangkau.

Saat ini, tarif layanan Transjabodetabek rute Blok M–Soekarno-Hatta masih dipatok Rp3.500.

Menurutnya, tarif tersebut jauh lebih murah dibandingkan moda transportasi lain menuju bandara, seperti bus Damri, taksi, maupun ojek online.

“Yang membuat orang kaget, tarifnya masih Rp3.500. Sementara moda lain bisa mencapai puluhan hingga ratusan ribu rupiah,” ungkapnya.

Baca juga: Promo Tarif Rp3.500, Transjabodetabek Blok M–Bandara Soetta Resmi Beroperasi

Meski demikian, Pemprov DKI Jakarta akan terus memantau perkembangan layanan ini, termasuk kemungkinan penyesuaian tarif ke depan.

Pramono menegaskan, kebijakan tarif murah ini bersifat sementara.

“Setelah tiga bulan, tentu akan diputuskan kembali. Tidak mungkin tarifnya tetap seperti ini terus, tetapi semua akan kita kaji,” tandasnya.

Kamis (12/3) Wartakotalive.com mencoba rute tersebut dengan keberangkatan dari halte Blok M jalur 6 pukul 09.20 WIB.

Sumber: WartaKota
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved