Minggu, 17 Mei 2026

Berita Internasional

Iran Sindir Trump: “Perang Tak Ditentukan oleh Cuitan Twitter”

Ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat kembali memanas setelah saling serang yang melibatkan dukungan Israel.

Tayang:
Editor: Joanita Ary
KOMPAS.COM/Tidak Ada
IRAN SINDIR TRUMP -- Ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat kembali memanas setelah saling serang yang melibatkan dukungan Israel. Dalam perkembangan terbaru, juru bicara Markas Pusat Khatam al-Anbiya, Ebrahim Zolfaghari, melontarkan pernyataan tajam yang secara langsung menyasar Presiden AS, Donald Trump. 

WARTAKOTALIVECOM — Ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat kembali memanas setelah saling serang yang melibatkan dukungan Israel.

Dalam perkembangan terbaru, juru bicara Markas Pusat Khatam al-Anbiya, Ebrahim Zolfaghari, melontarkan pernyataan tajam yang secara langsung menyasar Presiden AS, Donald Trump.

Berbicara dalam bahasa Inggris pada Selasa (17/3/2026), Zolfaghari menegaskan bahwa jalannya perang tidak ditentukan oleh retorika politik maupun pernyataan di media sosial.

Ia secara khusus menyindir kebiasaan Trump menggunakan platform seperti Twitter untuk menyampaikan sikap politik dan militer.

“Hasil perang tidak bisa ditentukan oleh cuitan di Twitter,” ujar Zolfaghari, dalam pernyataan yang mencerminkan meningkatnya tensi komunikasi antara kedua negara.

Pernyataan tersebut muncul di tengah eskalasi konflik yang dipicu oleh serangan militer gabungan AS dan Israel ke sejumlah target di Iran.

 Washington menyebut operasi tersebut dengan nama “Epic Fury”, sebuah istilah yang kemudian menuai kritik dari Teheran.

Zolfaghari menilai penamaan operasi itu sebagai bentuk propaganda yang tidak mencerminkan realitas di lapangan.

Menurut dia, penggunaan istilah yang bombastis justru menegaskan pendekatan komunikasi yang lebih mengedepankan citra ketimbang substansi strategi militer.

Ia menegaskan bahwa Iran tidak akan terpengaruh oleh narasi semacam itu dan akan merespons berdasarkan kalkulasi strategis di lapangan.

Serangan yang dilancarkan oleh AS dan Israel sebelumnya memicu respons cepat dari Teheran.

Iran dilaporkan meluncurkan rudal serta drone ke sejumlah titik yang dianggap sebagai bagian dari kepentingan lawan.

Aksi saling balas ini mempertegas risiko meluasnya konflik di kawasan Timur Tengah.

Pengamat menilai, perang pernyataan yang menyertai konflik militer saat ini menjadi bagian dari strategi masing-masing pihak untuk membangun persepsi global.

Dalam konteks ini, pesan yang disampaikan Zolfaghari bukan sekadar kritik personal terhadap Trump, melainkan juga sinyal bahwa Iran ingin menegaskan posisinya sebagai aktor yang tidak tunduk pada tekanan komunikasi politik dari Washington.

Di tengah situasi yang terus berkembang, dunia internasional kini menaruh perhatian besar pada potensi eskalasi lanjutan.

Ketegangan yang melibatkan kekuatan besar seperti Amerika Serikat dan aktor regional seperti Israel serta Iran berpotensi memicu dampak yang lebih luas, tidak hanya secara militer, tetapi juga terhadap stabilitas geopolitik global.

 

 

 

 

Sumber: KOMPAS
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved