Jumat, 8 Mei 2026

Perang AS vs Iran

Tiongkok dan Inggris Respon Permintaan Trump Kirim Kapal Perang ke Selat Hormuz

Tiongkok dan Inggris Tanggapi Permintaan Trump Kirim Kapal Perang ke Selat Hormuz

Tayang:
BBC News TV
RESPON PERMINTAAN TRUMP - Seruan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump agar negara-negara besar mengirim kapal perang untuk mengamankan jalur pelayaran di Selat Hormuz yang dikuasai Iran, langsung memicu respons dari sejumlah negara, termasuk Tiongkok dan Inggris. Trump sebelumnya menyatakan harapannya agar negara-negara seperti Prancis, Jepang, Korea Selatan, Inggris, dan Tiongkok turut mengerahkan aset angkatan laut berupa kapal perang untuk menjaga jalur pelayaran yang saat ini terancam akibat meningkatnya ketegangan dengan Iran. 

WARTAKOTALIVE.COM -- Seruan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump agar negara-negara besar mengirim kapal perang untuk mengamankan jalur pelayaran di Selat Hormuz yang dikuasai Iran, langsung memicu respons dari sejumlah negara, termasuk Tiongkok dan Inggris.

Trump sebelumnya menyatakan harapannya agar negara-negara seperti Prancis, Jepang, Korea Selatan, Inggris, dan Tiongkok turut mengerahkan aset angkatan laut berupa kapal perang untuk menjaga jalur pelayaran yang saat ini terancam akibat meningkatnya ketegangan dengan Iran.

Namun hingga kini, baik Tiongkok maupun Inggris belum mengonfirmasi rencana pengiriman kapal perang ke kawasan strategis tersebut.

Baca juga: Trump Minta Dunia Kirim Kapal Perang ke Selat Hormuz, Iran Sindir AS Memohon Bantuan

Cina Serukan Penghentian Konflik

Juru bicara Kedutaan Besar Tiongkok di Washington menolak memberikan kepastian apakah Beijing akan mengirim kapal perang ke kawasan Teluk sebagai respon atas seruan Trump.

Dalam pernyataannya kepada CNN, pihak Tiongkok menekankan bahwa yang paling penting saat ini adalah menghentikan permusuhan secepat mungkin.

“Tiongkok menyerukan penghentian konflik segera. Semua pihak memiliki tanggung jawab untuk memastikan pasokan energi global tetap stabil dan tidak terganggu,” kata juru bicara tersebut.

Pemerintah Tiongkok juga menegaskan bahwa mereka akan terus berkomunikasi dengan berbagai pihak, termasuk negara-negara yang terlibat konflik, guna mendorong deeskalasi dan pemulihan perdamaian di kawasan Timur Tengah.

Sebagai salah satu importir minyak terbesar di dunia, stabilitas kawasan Teluk memiliki arti penting bagi perekonomian Tiongkok.

Cina menekankan bahwa setiap pihak memikul tanggung jawab untuk memastikan pasokan energi tetap stabil tanpa gangguan.

 "Sebagai teman tulus dan mitra strategis negara-negara Timur Tengah, China akan terus memperkuat komunikasi dengan pihak-pihak terkait, termasuk pihak yang berkonflik, untuk memainkan peran konstruktif bagi deeskalasi dan pemulihan perdamaian," tegas pernyataan tersebut.

Baca juga: Iran Lancarkan Serangan Drone ke Unit Intelijen Elite Israel 8200, Uni Emirat Arab Siaga Tinggi

Inggris Bahas Opsi dengan Sekutu

Sementara itu, Kementerian Pertahanan Inggris menyatakan bahwa pemerintah di London masih mendiskusikan berbagai opsi dengan sekutu dan mitra internasional untuk memastikan keamanan jalur pelayaran di kawasan tersebut.

Seorang juru bicara kementerian mengatakan bahwa pembahasan mengenai kemungkinan langkah militer masih berlangsung dan belum ada keputusan final terkait pengerahan kapal perang ke Selat Hormuz.

Selat Hormuz Jalur Energi Paling Vital di Dunia

Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved