Berita Nasional
PMI Tekankan Kolaborasi Multipihak untuk Perkuat Ketahanan Masyarakat Hadapi Dengue
Di Indonesia, data BPJS Kesehatan menunjukkan lebih dari 1 juta kasus rawat inap akibat dengue dengan beban ekonomi hampir Rp3 triliun.
Ringkasan Berita:
- Palang Merah Indonesia menekankan pentingnya kolaborasi multipihak untuk memberikan manfaat optimal bagi masyarakat terdampak dengue.
- Inisiatif ini menjadi bagian dari komitmen PMI dalam mendukung agenda kesehatan masyarakat.
- Program juga bertujuan memperkuat ketahanan masyarakat terhadap risiko penyakit menular.
- PMI berperan sebagai mitra pemerintah dalam mendukung strategi pengendalian dengue oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia di tingkat komunitas
WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA- Aliansi United Against Dengue resmi diluncurkan di Indonesia oleh Takeda, International Federation of Red Cross and Red Crescent Societies, dan Palang Merah Indonesia untuk memperkuat pencegahan dengue dan ketahanan masyarakat.
Indonesia menjadi negara pertama yang mengaktifkan kemitraan ini di tingkat nasional.
Berdasarkan data World Health Organization, pada 2024 tercatat 14,6 juta kasus dengue secara global dengan 12.000 kematian.
Di Indonesia, data BPJS Kesehatan menunjukkan lebih dari 1 juta kasus rawat inap akibat dengue dengan beban ekonomi hampir Rp3 triliun.
Presiden Direktur PT Takeda Innovative Medicines, Andreas Gutknecht mengatakan,
“Melalui aliansi United Against Dengue, kami ingin memperkuat upaya pencegahan melalui edukasi yang menjangkau masyarakat dan mendukung target Indonesia mencapai nol kematian akibat dengue pada 2030,” ujarnya melalui keterangan persnya, Kamis (12/3/2026)
United Against Dengue dirancang untuk memperkuat upaya pencegahan, kesiapsiagaan, dan intervensi berbasis masyarakat melalui kolaborasi multisektor, strategi berbasis bukti, penguatan keterlibatan komunitas, serta pemanfaatan inovasi untuk menurunkan penularan dan tingkat keparahan DBD/dengue.
Baca juga: Setelah Kick Off di Jakarta, Pemantauan Aktif Vaksinasi Dengue Diresmikan di Sumsel
Sementara itu, perwakilan International Federation of Red Cross and Red Crescent Societies, Kathryn Clarkson menyatakan kolaborasi lintas sektor penting untuk mendorong pencegahan dengue berkelanjutan dan memperkuat ketahanan kesehatan masyarakat berbasis komunitas.
“Kami mengapresiasi komitmen kuat Takeda dalam upaya pencegahan dengue di Indonesia dan secara global. Melalui inisiasi United Against Dengue ini, IFRC bersama para mitra berupaya memperkuat kolaborasi lintas sektor dengan menghubungkan pemerintah, organisasi kemanusiaan, sektor swasta, dan masyarakat untuk mendorong upaya pencegahan dengue yang berkelanjutan."
"Dengan jejaring luas Palang Merah dan Bulan Sabit Merah di Indonesia dan di berbagai negara serta dukungan relawan di tingkat masyarakat, IFRC berkomitmen untuk memperkuat ketahanan kesehatan masyarakat melalui pendekatan berbasis masyarakat, peningkatan kesadaran, dan kesiapsiagaan terhadap dengue. Kami percaya bahwa melalui kemitraan yang kuat di tingkat regional maupun nasional, kita dapat bersama-sama mengurangi beban dengue dan melindungi generasi mendatang.”
Ketua Bidang Kesehatan dan Sosial Pengurus Pusat Palang Merah Indonesia, Fachmi Idris menambahkan, kolaborasi multipihak diperlukan agar upaya pencegahan dengue dapat berjalan optimal sekaligus mendukung strategi nasional pengendalian dengue pemerintah.
“PMI meyakini pentingnya kolaborasi multipihak yang menyeluruh agar dapat memberikan manfaat yang optimal bagi populasi terdampak. Bagi PMI, inisiatif ini merupakan bagian dari komitmen organisasi untuk terus berkontribusi dalam mendukung agenda kesehatan masyarakat serta memperkuat ketahanan masyarakat terhadap risiko penyakit menular. Program ini juga mendukung strategi nasional pengendalian dengue Kementerian Kesehatan RI, di mana PMI berperan sebagai mitra pemerintah dalam memperkuat implementasi di tingkat masyarakat.”
United Against Dengue adalah kolaborasi regional multi-tahun yang bertujuan untuk memperkuat pencegahan dan pengelolaan dengue di seluruh kawasan Asia-Pasifik.
Kolaborasi ini bertujuan untuk meningkatkan ketahanan komunitas, mempromosikan advokasi kebijakan, dan memberikan dukungan kepada masyarakat terkait dengue. Diinisiasi oleh IFRC dan Takeda, kolaborasi regional ini berkomitmen untuk mendukung tujuan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan ASEAN dalam mengeliminasi kematian akibat DBD/dengue yang dapat dicegah pada tahun 2030.
Kolaborasi ini didasarkan pada tiga pilar strategis: Mendidik, Mengadvokasi, dan Memberikan Dukungan.
| Detik-detik Tsunami di Maluku Utara Usai Gempa 7,6 Magnitudo |
|
|---|
| Hemat Energi, Mendikdasmen Abdul Mu’ti Minta Siswa Jalan Kaki ke Sekolah |
|
|---|
| Vonis Bebas Amsal Sitepu: Selisih Anggaran Tak Cukup Buktikan Korupsi |
|
|---|
| Anev Operasi Ketupat 2026, Kakorlantas: Terus Jaga Marwah Lewat Pelayanan Humanis |
|
|---|
| Konflik Timur Tengah Ancam Pariwisata RI, Menpar Bidik Turis Asia-Siapkan Bebas Visa |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/PMI-kampanye-Dengue.jpg)