Berita Nasional
Kajian ITB: Konektivitas Digital Dorong Ekonomi dan UMKM
Kajian PT LAPI ITB menyebut konektivitas digital berkontribusi pada ekonomi, UMKM, dan pemerataan akses.
Ringkasan Berita:
- PT LAPI ITB merilis kajian yang menunjukkan konektivitas digital berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi, penguatan UMKM, dan perluasan akses layanan di Indonesia.
- Infrastruktur digital dikaitkan dengan peningkatan aktivitas ekonomi, kenaikan omzet UMKM hingga 32 persen, perluasan layanan di wilayah 3T, serta penciptaan lebih dari 685 ribu lapangan kerja.
- Kajian menegaskan hasil tersebut merupakan estimasi berbasis metodologi tertentu.
WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - PT LAPI Institut Teknologi Bandung (ITB) merilis hasil kajian terbaru terkait dampak sosial-ekonomi konektivitas digital di Indonesia.
Hasil kajian tersebut menunjukkan bahwa pengembangan infrastruktur digital dinilai berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi, pemberdayaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), hingga perluasan akses layanan digital di berbagai wilayah.
Kajian dilakukan menggunakan kombinasi analisis data ekonomi, model regresi, serta survei lapangan terhadap pelaku usaha untuk melihat hubungan antara perkembangan infrastruktur digital dengan aktivitas sosial dan ekonomi di sejumlah daerah.
Direktur Utama PT LAPI ITB, Yusmar Anggadinata, mengatakan konektivitas digital saat ini telah berkembang melampaui fungsi dasarnya sebagai sarana komunikasi.
Menurutnya, konektivitas kini menjadi bagian dari infrastruktur ekonomi yang berpengaruh terhadap produktivitas dan pertumbuhan sosial ekonomi.
“Konektivitas digital saat ini telah berkembang melampaui fungsi dasarnya sebagai sarana komunikasi," ungkapnya dalam siaran tertulis pada Selasa (26/5/2026).
"Konektivitas tidak lagi hanya dipandang sebagai layanan, tetapi sebagai infrastruktur ekonomi yang memiliki keterkaitan langsung dengan produktivitas, inklusi, dan pertumbuhan sosial-ekonomi di berbagai daerah,” bebernya.
Baca juga: Menuju 70 Tahun, Astra Fokus Perkuat Bisnis Inti dan Pertumbuhan
Infrastruktur Digital Dinilai Berkaitan dengan Pertumbuhan Ekonomi
Dalam kajian tersebut, PT LAPI ITB menemukan adanya keterkaitan antara pembangunan infrastruktur digital Telkomsel dengan peningkatan aktivitas ekonomi regional.
Secara estimatif, setiap penambahan satu Base Transceiver Station (BTS) berkorelasi dengan peningkatan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) sebesar Rp76,19 miliar.
Sementara itu, peningkatan penggunaan data sebesar satu petabyte dikaitkan dengan kenaikan PDRB sebesar Rp9,44 miliar.
Kajian juga memperkirakan kontribusi sektor ini terhadap pendapatan negara mencapai Rp36,97 triliun pada 2024.
Selain aspek ekonomi makro, kajian juga menyoroti dampak konektivitas digital terhadap pelaku UMKM, terutama yang berada di wilayah nonperkotaan.
Berdasarkan hasil survei, adopsi layanan digital dikaitkan dengan peningkatan performa usaha.
Rata-rata omzet pelaku usaha tercatat meningkat hingga 32 persen dengan tingkat kepuasan pengguna mencapai 92 persen.
| Jelang Lebaran Haji, Prabowo Terbang ke Prancis |
|
|---|
| Menteri Maruarar Sirait Sebut Ratusan Huntap Korban Bencana Sudah Diserahkan |
|
|---|
| Menkeu Purbaya Beri Alasan Dana Pemulihan Sumatera Rp 60 Triliun Belum Terpakai Maksimal |
|
|---|
| Bareskrim Ungkap Penyebab Listrik Padam Massal di Sumatera |
|
|---|
| Selat Hormuz Terganggu, Hassan Wirajuda Desak Penguatan Swasembada Pangan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/logo-institut-teknologi-bandung-itb.jpg)