Minggu, 3 Mei 2026

Berita Nasional

Zendhy Kusuma Hormati Perhatian DPR, Ingatkan Dampak Cyberbullying

Zendhy Kusuma Hormati Perhatian DPR, Ingatkan Dampak Cyberbullying dalam Kasus Bibi Kelinci

Tayang:
Editor: Dodi Hasanuddin
Istimewa
PERNYATAAN TERBUKA - Zendhy Kusuma menyampaikan pernyataan terbuka kepada publik setelah polemik antara dirinya dan restoran Bibi Kelinci. Zendhy mengakui bahwa peristiwa yang terjadi pada September tahun lalu bermula dari situasi yang tidak nyaman di sebuah restoran, di mana dirinya dan keluarga datang sebagai konsumen dan menunggu pesanan cukup lama. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Zendhy Kusuma menyampaikan pernyataan terbuka kepada publik setelah polemik antara dirinya dan restoran Bibi Kelinci menjadi perhatian luas, termasuk dibahas dalam rapat dengar pendapat di DPR.

Dalam pernyataan yang disampaikan melalui siaran langsung di media sosial, Zendhy mengakui bahwa peristiwa yang terjadi pada September tahun lalu bermula dari situasi yang tidak nyaman di sebuah restoran, di mana dirinya dan keluarga datang sebagai konsumen dan menunggu pesanan cukup lama.

“Saya menyadari bahwa dalam situasi tersebut kami tentu tidak sempurna. Dalam kondisi lapar dan emosi, mungkin ada sikap kami yang seharusnya bisa disampaikan dengan cara yang lebih baik. Untuk itu saya kembali menyampaikan permohonan maaf,” kata Zendhy.

Baca juga: Mediasi Akhiri Polemik Saling Lapor Nabilah O’Brien Pemilik Bibi Kelinci dan Zhendy Kusuma

Ia menjelaskan, peristiwa yang pada awalnya merupakan persoalan antara konsumen dan restoran kemudian berkembang jauh lebih besar setelah masuk ke ranah hukum dan menjadi perbincangan luas di media sosial.

Zendhy mengungkapkan bahwa dirinya sempat dilaporkan dengan tuduhan pencurian dengan pemberatan, sehingga harus menjalani proses pemeriksaan oleh kepolisian.

Dalam perjalanan perkara tersebut, ia juga menempuh langkah hukum sehingga persoalan yang awalnya terjadi di restoran berkembang menjadi perkara di kepolisian.

“Situasi ini tentu membuat kami semua bersedih. Hal yang awalnya sederhana menjadi sangat sulit bagi semua pihak,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan bahwa selama beberapa bulan terakhir dirinya dan keluarga mengalami tekanan besar di media sosial.

“Selama beberapa bulan terakhir kami dan keluarga mengalami cyberbullying yang sangat besar. Banyak komentar, tuduhan, bahkan penyebaran informasi pribadi yang terjadi. Saya tidak ingin menyalahkan siapa pun, tetapi pengalaman ini membuat kami memahami betapa kuatnya dampak media sosial terhadap kehidupan seseorang,” kata Zendhy.

Baca juga: Dunia Musik Berduka: Vidi Aldiano Berpulang di Tengah Ramadan, Tangis Sahabat Artis Pecah di Medsos

Menurutnya, satu peristiwa kecil dapat berkembang menjadi gelombang opini yang sangat besar ketika masuk ke ruang digital.

Zendhy menyampaikan bahwa ia bersyukur karena pada akhirnya perkara tersebut telah diselesaikan melalui proses mediasi yang difasilitasi oleh kepolisian.

“Saya berterima kasih kepada pihak kepolisian yang telah memfasilitasi proses mediasi sehingga persoalan ini dapat dinyatakan selesai,” ujarnya.

Zendhy juga menyampaikan penghormatan atas perhatian DPR terhadap kasus tersebut.

“Kami menghormati perhatian DPR yang ikut menyoroti kasus ini sebagai pembelajaran dalam penegakan hukum di era media sosial. Kami memahami bahwa DPR ingin memastikan agar penegakan hukum berjalan secara adil dan proporsional bagi semua pihak,” kata dia.

Baca juga: Viral! Abu Janda Ngamuk saat Debat Palestina dengan Feri Amsari, Berujung Diusir dari Studio

Meski demikian, Zendhy berharap masyarakat juga tidak melupakan dampak sosial yang muncul dalam peristiwa tersebut, termasuk cyberbullying yang dialami individu dan keluarga.

Sumber: WartaKota
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved