Kamis, 30 April 2026

Berita Internasional

Siap-siap Hadapi Serangan Besar Iran! AS Kerahkan Rudal PrSM dan Cheongung-II

Pengumuman penggunaan rudal PrSM disampaikan langsung oleh Panglima Komando Operasi Tengah Amerika Serikat (CENTCOM)

Tayang:
Editor: Joanita Ary
KOMPAS.COM/Tidak Ada
RUDAL AS -- Eskalasi konflik antara Amerika Serikat dan Iran di kawasan Timur Tengah tak hanya memperlihatkan intensitas serangan dan balasan yang kian meningkat, tetapi juga menjadi panggung debut tempur bagi dua sistem persenjataan mutakhir Washington. Untuk pertama kalinya dalam situasi perang terbuka, rudal Precision Strike Missile (PrSM) dan sistem pertahanan udara Cheongung-II dilaporkan digunakan dalam operasi militer menghadapi gelombang serangan balasan Iran ke kawasan Teluk. 

WARTAKOTALIVECOM — Eskalasi konflik antara Amerika Serikat dan Iran di kawasan Timur Tengah tak hanya memperlihatkan intensitas serangan dan balasan yang kian meningkat, tetapi juga menjadi panggung debut tempur bagi dua sistem persenjataan mutakhir Washington.

Untuk pertama kalinya dalam situasi perang terbuka, rudal Precision Strike Missile (PrSM) dan sistem pertahanan udara Cheongung-II dilaporkan digunakan dalam operasi militer menghadapi gelombang serangan balasan Iran ke kawasan Teluk.

Pengumuman penggunaan rudal PrSM disampaikan langsung oleh Panglima Komando Operasi Tengah Amerika Serikat (CENTCOM), Laksamana Brad Cooper, dalam pernyataan resmi yang disiarkan Rabu (4/3/2026).

Ia menegaskan bahwa sistem tersebut telah dioperasikan dalam rangka memperkuat postur pertahanan dan daya tangkal pasukan AS di kawasan.

Precision Strike Missile (PrSM): Senjata Jarak Jauh Generasi Baru

Precision Strike Missile atau PrSM merupakan rudal balistik taktis generasi terbaru yang dikembangkan untuk menggantikan sistem ATACMS lama milik Angkatan Darat AS.

Rudal ini dirancang memiliki jangkauan lebih dari 500 kilometer, bahkan dalam sejumlah pengujian disebut mampu melampaui angka tersebut secara signifikan, tergantung konfigurasi dan pembaruan teknologinya.

PrSM diluncurkan dari sistem peluncur roket seperti HIMARS dan MLRS, yang telah banyak digunakan dalam berbagai konflik modern.

Keunggulan utama PrSM terletak pada akurasi tinggi, kemampuan menyerang target bernilai strategis dari jarak jauh, serta kapasitas membawa lebih dari satu rudal dalam satu pod peluncur—memberikan fleksibilitas taktis yang lebih besar di medan perang.

Dalam konteks perang melawan Iran, penggunaan PrSM dipandang sebagai pesan strategis Washington bahwa mereka memiliki kemampuan menghantam sasaran militer penting jauh di dalam wilayah lawan tanpa harus mendekatkan aset tempur secara langsung.

Sistem ini juga dirancang untuk menghadapi ancaman sistem anti-akses/area denial (A2/AD) yang banyak dikembangkan negara-negara pesaing.

Cheongung-II: Perisai Udara Modern di Kawasan Teluk

Selain PrSM yang berfungsi ofensif, sistem pertahanan udara Cheongung-II atau M-SAM II juga dilaporkan digunakan dalam operasi pertahanan di kawasan Teluk.

Cheongung-II merupakan sistem rudal permukaan-ke-udara jarak menengah yang dikembangkan industri pertahanan Korea Selatan dan dikenal memiliki kemampuan intersepsi rudal balistik.

Sistem ini dirancang untuk mencegat target di ketinggian menengah hingga tinggi, dengan teknologi radar canggih dan kemampuan pelacakan multi-target.

Sumber: WartaKota
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved