Kamis, 30 April 2026

Berita Internasional

Ketegangan Memuncak, Kompleks Diplomatik AS di Riyadh Diserang Drone

Ketegangan Memuncak, Kompleks Diplomatik Amerika Serikat di Riyadh Diserang Drone

Tayang:
Editor: Joanita Ary
KOMPAS.COM/Tidak Ada
SERANGAN DRONE -- Langit di atas kawasan diplomatik ibu kota Arab Saudi mendadak membara pada Selasa (3/3/2026) dini hari. Dua drone dilaporkan menghantam kompleks Kedutaan Besar Amerika Serikat di Riyadh, memicu ledakan keras dan kobaran api di salah satu distrik dengan pengamanan paling ketat di negeri kerajaan tersebut. Serangan terjadi sekitar pukul 01.40 waktu setempat. 

WARTAKOTALIVECOM — Langit di atas kawasan diplomatik ibu kota Arab Saudi mendadak membara pada Selasa (3/3/2026) dini hari.

Dua drone dilaporkan menghantam kompleks Kedutaan Besar Amerika Serikat di Riyadh, memicu ledakan keras dan kobaran api di salah satu distrik dengan pengamanan paling ketat di negeri kerajaan tersebut.

Serangan terjadi sekitar pukul 01.40 waktu setempat.

Sejumlah saksi mata menuturkan dua dentuman beruntun terdengar dalam selang waktu singkat, disusul kepulan asap hitam pekat yang membumbung tinggi ke udara. 

“Kami melihat kilatan cahaya sebelum ledakan kedua terdengar lebih keras. Setelah itu asap langsung menutup sebagian langit,” ujar seorang warga yang tinggal tak jauh dari kawasan diplomatik.

Otoritas keamanan Arab Saudi bergerak cepat menutup seluruh akses menuju distrik diplomatik.

Sirene kendaraan pemadam kebakaran dan ambulans meraung di tengah malam, sementara aparat bersenjata lengkap berjaga di setiap persimpangan jalan utama menuju kompleks tersebut.

Hingga beberapa jam setelah insiden, area sekitar masih disterilkan.

Pemerintah Arab Saudi memastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.

Kerusakan disebut hanya bersifat material dan terkonsentrasi di bagian luar fasilitas gedung. 

Meski demikian, tingkat kewaspadaan langsung dinaikkan ke level tertinggi.

Merespons ancaman itu, misi diplomatik Amerika Serikat di Arab Saudi memberlakukan status siaga satu.

Perintah “shelter in place” atau berlindung di tempat dikeluarkan bagi seluruh personel dan warga negara Amerika Serikat yang berada di Riyadh, Jeddah, dan Dhahran.

 Instruksi tersebut meminta warga tetap berada di dalam ruangan, menghindari perjalanan yang tidak mendesak, serta mengikuti pembaruan resmi dari otoritas setempat.

Dalam pernyataan singkatnya, perwakilan dari Kedutaan Besar Amerika Serikat di Riyadh menyebutkan bahwa pihaknya tengah berkoordinasi erat dengan pemerintah Arab Saudi untuk memastikan keamanan seluruh staf dan keluarga diplomat.

Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved