Selasa, 5 Mei 2026

Berita Internasional

Khamenei Akan Dimakamkan di Kota Suci Mashhad, Upacara Besar Digelar di Teheran

Mendian Ali Khamenei Akan Dimakamkan di Kota Suci Mashhad, Upacara Besar Digelar di Teheran

Tayang:
Editor: Joanita Ary
Istimewa/Tidak Ada
PEMAKAMAN KHAMENEI -- Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei, akan dimakamkan di kota suci Mashhad setelah sebelumnya digelar upacara besar di ibu kota Teheran. Informasi ini dikonfirmasi kantor berita semi-resmi Fars News Agency pada Selasa (3/3/2026), menandai babak baru dalam dinamika politik Republik Islam Iran. 

WARTAKOTALIVE.COM — Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei, akan dimakamkan di kota suci Mashhad setelah sebelumnya digelar upacara besar di ibu kota Teheran.

Informasi ini dikonfirmasi kantor berita semi-resmi Fars News Agency pada Selasa (3/3/2026), menandai babak baru dalam dinamika politik Republik Islam Iran.

Menurut laporan tersebut, rangkaian prosesi kenegaraan akan diawali dengan penghormatan terakhir di Teheran yang diperkirakan dihadiri pejabat tinggi negara, ulama terkemuka, serta ribuan warga.

Pemerintah Iran disebut tengah menyiapkan pengamanan ketat menyusul situasi keamanan regional yang masih bergejolak dalam beberapa bulan terakhir.

Mashhad dipilih sebagai lokasi pemakaman bukan tanpa alasan.

Kota di Provinsi Khorasan Razavi itu merupakan pusat ziarah terbesar di Iran dan dunia Syiah, tempat berdirinya kompleks makam Imam Reza. 

Selain memiliki makna religius mendalam, Mashhad juga memiliki nilai simbolik kuat bagi elite politik dan ulama Iran. Dengan dimakamkannya Khamenei di sana, pemerintah dinilai ingin menegaskan kesinambungan spiritual dan ideologis Revolusi Islam 1979.

Kabar ini memicu perhatian luas, tidak hanya di dalam negeri, tetapi juga di kawasan Timur Tengah dan komunitas internasional.

Selama lebih dari tiga dekade memimpin sejak 1989, Khamenei menjadi figur sentral dalam menentukan arah kebijakan luar negeri dan keamanan Iran, termasuk dalam hubungan yang tegang dengan Amerika Serikat dan Israel.

Sementara itu, proses suksesi kepemimpinan tertinggi Iran disebut berpotensi tertunda.

Fars melaporkan bahwa faktor keamanan menjadi pertimbangan utama sebelum Dewan Ahli (Assembly of Experts) dapat secara resmi mengumumkan dan melantik pengganti.

Sesuai konstitusi Iran, lembaga tersebut memiliki kewenangan memilih dan mengangkat Pemimpin Tertinggi baru.

Penundaan ini membuka ruang spekulasi mengenai dinamika politik di internal elite Iran.

Beberapa analis memperkirakan bahwa proses transisi akan berlangsung hati-hati guna menjaga stabilitas nasional, terutama di tengah tekanan ekonomi akibat sanksi internasional serta ketegangan geopolitik yang belum mereda.

Di Teheran, suasana duka mulai terasa.

Sumber: KOMPAS
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved