Sabtu, 2 Mei 2026

Konflik Timur Tengah

Instruksi Kapolri, Densus 88 Siaga Imbas Konflik di Timur Tengah

Kombes Mayndra Eka Wardhana mengatakan, langkah tersebut dilakukan untuk mengantisipasi potensi ancaman yang dapat mengganggu keamanan masyarakat.

Tayang:
Penulis: Ramadhan L Q | Editor: Feryanto Hadi
Istimewa/Tidak Ada
IRAN SERANG ISRAEL -- Konflik terbuka antara Iran dan Israel kembali memasuki fase berbahaya setelah Teheran meluncurkan rudal dan pesawat nirawak ke wilayah Israel, Sabtu (28/2/2026), sebagai respons langsung atas serangan militer gabungan Amerika Serikat dan Israel terhadap sasaran di Iran beberapa jam sebelumnya. 

"Apalagi Iran telah mengibarkan bendera merah sebagai simbol pembalasan dan pertanda serangan yang terjadi di Iran dan ini tentunya menjadi PR bagi rekan-rekan khususnya Densus, untuk bisa mempertahankan Zero Terrorist Attack. Yang tentunya ini menjadi PR besar bagi kita," tuturnya.

Selain itu, Sigit mengungkapkan pihaknya telah mengamankan tujuh orang yang diduga terkait jaringan teror menjelang pelaksanaan mudik 2026. 

Ia menekankan pentingnya koordinasi dengan unsur intelijen, TNI, dan pemerintah daerah dalam menjaga stabilitas keamanan nasional.

"Tahun kemarin kita mengamankan 7 orang target pada saat pelaksanaan mudik dan tolong ini betul-betul kerjasama yang baik dengan seluruh jajaran Intelijen, kemudian koordinasi dengan rekan-rekan dari TNI, Pemerintah Daerah," tutur dia. 

Ekonomi Jakarta berpotensi terdampak

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menyoroti potensi dampak ekonomi akibat konflik global yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran.

Ia memastikan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta terus memantau kondisi ekonomi serta menjaga stabilitas harga pangan agar masyarakat tidak perlu panik, terutama menjelang Idulfitri.

Menurut Pramono, tekanan terhadap ekonomi global diyakini terjadi seiring meningkatnya tensi geopolitik dunia.

Salah satu risiko terbesar, kata dia adalah kemungkinan terganggunya jalur distribusi energi dan perdagangan internasional.

“Memang sekarang ini, seperti yang saya katakan, tekanan ekonomi global pasti akan terjadi karena perang yang berlangsung saat ini. Terutama kalau nanti Selat Hormuz ditutup, dampaknya akan langsung terasa terhadap supply chain dan harga-harga yang kemungkinan mengalami kenaikan,” ujar Pramono dikutip pada Senin (2/3/2026).

Meski demikian, Pramono menegaskan kondisi pasokan pangan Jakarta masih terkendali. 

Pemprov DKI Jakarta telah memastikan ketersediaan bahan pokok utama dalam kondisi aman menjelang Hari Raya Idulfitri.

Baca juga: Kisah Mahasiswa di Karawang, Kena Begal Waktu Mau Open BO Lewat Aplikasi Hijau

Ia menyebut sejumlah komoditas penting seperti cabai keriting, daging, dan beras memiliki stok yang lebih dari cukup.

Persoalan pasokan daging yang sebelumnya kerap menjadi perhatian juga disebut telah teratasi.

“Alhamdulillah sekarang stok daging aman. Kalau kita pantau dari harga-harga di pasar utama di Jakarta, kenaikan belum terjadi dan mudah-mudahan tidak terjadi,” katanya.

Sumber: WartaKota
Halaman 2/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved