Jumat, 8 Mei 2026

Berita Nasional

Tasya Kamila Buka Suara Usai Dihujat Karena Beasiswa LPDP

Artis Tasya Kamila buka suara usai program beasiswa LPDP yang dijalaninya mirip dengan KKN mahasiswa S1

Tayang:
Editor: Desy Selviany
Warta Kota/Indri Fahra
Penyanyi Tasya Kamila di Pondok Indah Mal 3, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Selasa (25/10/2022). 

WARTAKOTALIVE.COM - Artis Tasya Kamila buka suara usai program beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) yang dijalaninya mirip dengan Kuliah Kerja Nyata (KKN) mahasiswa S1. 

Sebelumnya beasiswa LPDP disorot karena kasus influencer Dwi Sasetyaningtyas.

Sasetyaningtyas dianggap menghina warga negara Indonesia (WNI) karena menyebut bahwa dirinya yang cukup WNI sementara anak-anaknya jangan. 

Padahal, Ibu dua anak itu bisa menetap di Inggris berkat beasiswa LPDP yang diberikan negara.

Karena hal tersebut, sejumlah selebriti yang mendapatkan LPDP menjadi ikut terseret. 

Terlebih masyarakat mempertanyakan peran mahasiswa penerima beasiswa LPDP untuk pembangunan negara.

Salah satu yang terseret ialah selebriti Tasya Kamila yang mendapatkan beasiswa LPDP S2 dari Columbia University di Amerika Serikat.

Saat dipertanyakan netizen terkait perannya untuk negara, Tasya Kamila membagikan program pendidikannya saat mendapatkan beasiswa LPDP.

Di media sosialnya, Tasya Kamila menyebut dirinya sudah melakukan kewajiban pengabdian kepada negara seperti yang termuat dalam aturan penerima LPDP.

Salah satunya yakni terlibat dalam berbagai sosialisasi peduli lingkungan. Tasya juga mengaku kerap menghadiri forum Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) di New York baik sebagai moderator ataupun peserta.

“Izin laporan, boss! Terimakasih @lpdp_ri atas kepercayaannya. Alhamdulillah telah selesai masa bakti. Bismillah, jangan lelah mencintai negeri. Kita semua punya tempat untuk berkontribusi,” tulis Tasya.

Bukannya mendapatkan apresiasi dari netizen, Tasya Kamila justru mendapatkan cibiran. 

Mantan artis cilik itu dianggap memiliki kontribusi layaknya mahasiswa S1 yang tengah menjalani KKN atau program CSR (Corporate Social Responsibility) perusahaan.

“Mba kok impactnya ga sebesar dana yg dikeluarkan yah? Ini lebih mirip prokeran BEM/kantor, program CSR perusahaan, atau kegiatan ibu-ibu di lingkungan,” komentar netizen.

Tasya pun kemudian membalas komentar negatif para netizen tersebut.

Sumber: WartaKota
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved