Selasa, 21 April 2026

Kericuhan di Ring Road Utara Sleman, DIY, Aksi Doa Berubah Anarkis

Kericuhan di Ring Road Utara Sleman, Yogyakarta, Aksi Doa Berubah Anarkis

|
Editor: Joanita Ary
Tribunnews.com/Tidak Ada
KERICUHAN DI DIY -- Aksi unjuk rasa di depan Markas Polda DIY di Jalan Ring Road Utara, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, Selasa (24/2/2026) malam, berujung ricuh. Kericuhan pecah setelah sekelompok massa lain muncul dan mengejar peserta aksi yang sebelumnya menggelar doa bersama dan menyampaikan aspirasi di depan markas kepolisian tersebut. 

WARTAKOTALIVECOM, Yogyakarta — Aksi unjuk rasa di depan Markas Polda DIY di Jalan Ring Road Utara, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, Selasa (24/2/2026) malam, berujung ricuh.

Kericuhan pecah setelah sekelompok massa lain muncul dan mengejar peserta aksi yang sebelumnya menggelar doa bersama dan menyampaikan aspirasi di depan markas kepolisian tersebut.

Berdasarkan pantauan di lokasi, suasana awalnya berlangsung relatif tertib.

Sekitar pukul 19.45 WIB, sebagian peserta aksi menggelar shalat gaib di badan jalan depan Mapolda DIY

Seperti dilansir dari Tribunnews.com, doa bersama itu ditujukan sebagai bentuk solidaritas atas meninggalnya seorang pelajar di Maluku yang diduga menjadi korban penganiayaan oleh oknum anggota Brimob.

Setelah shalat gaib, massa melanjutkan dengan shalat Isya secara berjamaah.

Sementara itu, kelompok massa lain tetap bertahan di depan gerbang Mapolda DIY.

Seusai rangkaian ibadah, salah seorang perwakilan massa memberikan keterangan kepada wartawan, menuntut pengusutan tuntas kasus kematian pelajar tersebut serta meminta aparat menindak tegas oknum yang terlibat.

Situasi mulai memanas tak lama kemudian, ketegangan meningkat ketika sekelompok massa lain datang dan terjadi aksi saling kejar di sekitar lokasi. 

Dalam situasi yang kian tak terkendali, sejumlah orang menjebol pagar Mapolda DIY dan melakukan aksi vandalisme berupa pencoretan fasilitas markas.

Aparat kepolisian yang berjaga berupaya membubarkan massa dan mengendalikan keadaan.

Akibat kericuhan itu, sejumlah akses jalan di sekitar Ring Road Utara sempat ditutup untuk mengantisipasi meluasnya bentrokan dan mencegah jatuhnya korban.

Arus lalu lintas dialihkan, sementara aparat memperketat penjagaan di sekitar markas.

Melalui unggahan di akun Instagram resminya, Polda DIY menyatakan bahwa aksi pengrusakan dan pencoretan tersebut diduga dilakukan oleh kelompok yang bukan berasal dari masyarakat Daerah Istimewa Yogyakarta.

Dalam pernyataan itu, kepolisian menegaskan komitmennya menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved