Jumat, 8 Mei 2026

Berita Nasional

Relawan Masjid yang Bantu Banjir Aceh Diduga Dapat Teror Bangkai Anjing

Relawan banjir Aceh Tamiang dari Masjid Nurul Ashri diduga mendapatkan teror bangkai anjing di tengah kegiatan penanganan pascabanjir Aceh.

Tayang:
Editor: Desy Selviany

WARTAKOTALIVE.COM - Relawan banjir Aceh Tamiang dari Masjid Nurul Ashri diduga mendapatkan teror bangkai anjing di tengah kegiatan penanganan pascabanjir Aceh

Video teror bangkai anjing itu dibagikan akun Instagram Masjid Nurul Ashri pada Senin (23/2/2026). 

Pihak Masjid Nurul Ashri pun memperingatkan bahwa mereka datang untuk membantu bukan mencari musuh.

“Kami datang untuk membantu, bukan mencari musuh. Tapi hari ini kami justru diteror,” 

“Kami tidak merendahkan siapa pun. Tidak menyudutkan siapa pun.
Kami hanya menjalankan tanggung jawab moral untuk saudara-saudara yang tertimpa bencana,” tulis unggahan mereka.

Padahal hingga tiga bulan pascabanjir Aceh, relawan Masjid Nurul Ashri masih setia mendampingi warga Aceh.

“Kalau gotong royong dianggap salah, lalu warga harus mengadu ke siapa? Ramadan ini, mari kita berdiri di sisi korban banjir di Sumatra. Temani mereka berbuka, kuatkan mereka dengan doa dan dukungan terbaik kita,” 

Dimuat Kompas.com Juru Bicara (Jubir) Pemkab Aceh Tamiang, M Farij, membenarkan peristiwa tersebut.

Penemuan bangkai hewan itu terjadi di depan posko relawan yang berada di Desa Sungai Liput, Kecamatan Kejuruan Muda.

"Iya benar, sudah saya tanyakan ke Pak Camat, Datok (Kepala Desa), dan juga ustaz di sana. Infonya memang relawan ini menemukan bungkusan dan setelah dibuka ternyata bangkai anjing yang sudah berulat," kata Farij dikutip Kompas.com.

Baca juga: Pascabencana Aceh Butuh Rp 153 Triliun, 70 Relawan BRI Peduli Bantu Bersihkan Lumpur Sekolah

Farij mengungkapkan, selama ini, belum pernah ditemukan adanya aksi atau kejadian teror bangkai hewan di Aceh Tamiang.

Hanya saja, diakuinya, kawasan Sungai Liput memang banyak anjing berkeliaran lantaran adanya perkebunan.

"Memang relawan itu sudah membuat laporan ke Polsek. Polsek sampaikan kami tidak pernah di Sungai Liput, Kecamatan Kejuruan Muda, itu konflik internal atau mayoritas dan minoritas, itu tidak pernah. Tidak pernah pun di Aceh Tamiang kejadian seperti itu," ujarnya.

Farij mengaku merasa aneh dengan aksi teror itu.

Musababnya, mereka adalah relawan yang selama ini membersihkan masjid serta membantu warga korban terdampak banjir di Aceh Tamiang.

Sumber: WartaKota
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved