Berita Jakarta
Ribuan Anak Jadi Sasaran, Program Percepatan Stunting Jakarta Berlanjut
Program Percepatan Penurunan Stunting PAM Jaya Alami peningkatan cakupan intervensi secara signifikan.
Penulis: Fitriyandi Al Fajri | Editor: Dodi Hasanuddin
WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Upaya percepatan penurunan stunting di Jakarta terus diperluas dari tahun ke tahun.
Sejak 2023, Program Percepatan Penurunan Stunting yang dijalankan BUMD Provinsi DKI Jakarta, PT PAM Jaya (Perseroda) menunjukkan peningkatan cakupan intervensi secara signifikan.
Pada 2023 intervensi dilakukan kepada 409 anak di 39 kelurahan. Jumlah tersebut meningkat pada 2024 menjadi 1.129 anak di 36 kelurahan.
Baca juga: 205 Anak Berisiko Stunting di Cilincing, BRI Peduli Menyasar Balita dan Ibu Hamil
Program serupa kembali dijalankan pada 2025 di wilayah Jakarta Utara dan Jakarta Timur.
Kegiatan terbaru digelar melalui kolaborasi Daya Wanita PAM Jaya bersama Women and Children Resilience (WCR) dalam bentuk Edukasi Gizi Cerdas dan Ketahanan Air untuk Pencegahan Stunting di Jakarta.
Ketua Women and Children Resilience (WCR), Margaretha Hanita mengatakan program ini dipantau serius keberlanjutannya karena menyangkut masa depan generasi penerus bangsa.
Kata dia, generasi penerus berada pada masa emas yang sangat menentukan dan publik tentu berharap anak-anak tumbuh dengan dukungan yang positif, baik dari sisi gizi, lingkungan, maupun pola asuh.
“Edukasi kepada seorang ibu menjadi titik awal yang sangat penting, karena dari sanalah kualitas generasi masa depan dibentuk, yang pada akhirnya akan memengaruhi arah bangsa ke depan,” kata Hanita yang dikutip pada Kamis (19/2/2026).
Baca juga: Stunting di Jakarta Pusat Tinggi, Wali Kota Minta RT dan RW Berikan Perhatian dan Bantuan
Kegiatan edukasi telah dilaksanakan di tiga titik di Jakarta Utara, yakni Aula Kantor Kelurahan Semper Timur, Kelurahan Penjaringan, dan Kelurahan Rorotan. Peserta terdiri dari ibu TP PKK, Dasawisma dan kader Posyandu.
Selain pemenuhan protein hewani sejak dini, edukasi juga menekankan pentingnya sanitasi dan ketahanan air.
Akses air bersih dinilai menjadi fondasi lingkungan sehat agar anak terhindar dari penyakit infeksi yang dapat menghambat penyerapan nutrisi.
Baca juga: Program Tamansari Peduli Berhasil, 3 Anak Stunting Berhasil Naik Berat Badan
Direktur Utama PAM Jaya, Arief Nasrudin menegaskan upaya penurunan stunting membutuhkan pendekatan kolaboratif dan menyentuh keluarga secara langsung.
Dia berujar, upaya menurunkan stunting tidak bisa dilakukan sendiri dan tidak bisa hanya lewat satu pendekatan.
“Melalui peran Daya Wanita PAM Jaya, kami ingin hadir lebih dekat dengan para ibu, berbagi pengetahuan tentang gizi dan pentingnya air bersih, karena dari keluargalah masa depan anak-anak Jakarta dibentuk,” kata Arief.
Menurutnya, intervensi yang dilakukan tidak hanya berupa pemberian makanan tambahan.
Program juga mencakup monitoring dan edukasi untuk pencegahan stunting kepada ibu hamil dan pasangan pra nikah, serta pembagian toren air gratis.
“Melalui perluasan cakupan dari ratusan menjadi lebih dari seribu anak dalam kurun dua tahun, program ini menjadi bagian dari komitmen berkelanjutan perseroan dalam mendukung penurunan angka stunting di Jakarta,” pungkasnya. (faf)
| XPORIA 2026: Bank Jakarta Tancap Gas Jadi Penggerak Ekosistem Ekonomi Ibu Kota |
|
|---|
| Parkir Liar di Muara Baru Ditertibkan, Sudinhub Jakut Derek Mobil Warga |
|
|---|
| Waduk Aneka Elok Cakung Dibuka, Kini Jadi Area Olahraga Warga |
|
|---|
| Strategi Pemprov DKI Siapkan Hadapi Kemarau Panjang 2026 |
|
|---|
| Harga Bright Gas 12 Kg di Jakarta Tembus Rp 240 Ribu per Tabung, Warga Mengeluh Tetapi Tetap Membeli |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/Pencegahan-Stunting-PAM-Jaya.jpg)