Kementerian
DWP–BKKP Kemenhub Gelar Webinar Kesehatan, Bijak Mengonsumsi Herbal dan Suplemen
pemahaman yang kurang tepat mengenai jenis, manfaat, serta cara penggunaan produk kesehatan tradisional berpotensi menimbulkan risiko kesehatan
WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA — Minat masyarakat terhadap obat tradisional dan suplemen kesehatan terus meningkat seiring dengan tumbuhnya kesadaran akan pentingnya menjaga kebugaran dan daya tahan tubuh.
Namun demikian, di balik tren tersebut, pemahaman yang kurang tepat mengenai jenis, manfaat, serta cara penggunaan produk kesehatan berpotensi menimbulkan risiko kesehatan yang kerap luput disadari.
Merespons kondisi tersebut, Dharma Wanita Persatuan Kementerian Perhubungan (DWP Kemenhub) bekerja sama dengan Unit Pelaksana Teknis Direktorat Jenderal Perhubungan Laut, Balai Kesehatan Kerja Pelayaran (BKKP), menyelenggarakan Webinar Kesehatan bertema “Bijak Menggunakan Obat Tradisional dan Suplemen Kesehatan” sebagai bagian dari upaya penguatan literasi kesehatan di lingkungan Kementerian Perhubungan.
Kegiatan yang dilaksanakan pada Selasa (3/2/2026) tersebut dibuka Elly Suntana selaku Penasihat DWP.
Dalam sambutannya, ia menegaskan pentingnya peran keluarga khususnya kaum ibu dalam membangun kebiasaan hidup sehat yang didasarkan pada pengetahuan yang benar dan bertanggung jawab.
Pembukaan acara turut didampingi oleh Ibu Retno Antoni, Ketua DWP Kemenhub, Elly Masyhud, Ketua DWP Direktorat Jenderal Perhubungan Laut serta Chrisantine Angelina Arief Toha, Ketua DWP Inspektorat Jenderal Kemenhub.
Webinar ini menghadirkan dr. Joyce Novelyn Siagian, Sp.FK, narasumber dari RSUP Persahabatan, yang menyampaikan materi edukatif mengenai penggunaan obat tradisional dan suplemen kesehatan secara aman, rasional, dan bertanggung jawab.
Baca juga: Kain Penutup Ka’bah Diduga Dijual ke Jeffrey Epstein
Dalam pemaparannya, dr. Joyce menjelaskan bahwa obat tradisional dan suplemen kesehatan memiliki karakteristik yang berbeda dengan obat modern, sehingga memerlukan pemahaman yang tepat sebelum dikonsumsi. Ia menguraikan klasifikasi obat tradisional, mulai dari jamu, obat herbal terstandar, hingga fitofarmaka, serta membedakannya dengan suplemen kesehatan yang berfungsi untuk melengkapi asupan gizi, bukan sebagai terapi pengobatan penyakit.
Lebih lanjut, dr. Joyce menekankan bahwa anggapan produk berlabel “herbal” atau “alami” selalu aman dikonsumsi merupakan kekeliruan yang masih sering ditemui di masyarakat. Penggunaan yang tidak sesuai dosis, tidak memperhatikan kondisi kesehatan individu, atau dikombinasikan dengan obat lain berpotensi menimbulkan efek samping maupun interaksi obat yang berisiko. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk selalu memperhatikan izin edar, komposisi, serta aturan pakai, dan berkonsultasi dengan tenaga kesehatan sebelum mengonsumsi produk tertentu secara rutin.
Kepala BKKP, Wisnu Wardana, menyampaikan bahwa kolaborasi antara DWP Kemenhub dan BKKP merupakan wujud sinergi promotif dan preventif di bidang kesehatan. Menurutnya, edukasi kesehatan harus berjalan seiring dengan peningkatan mutu layanan kesehatan agar masyarakat memperoleh pemahaman yang utuh, benar, dan berkelanjutan.
Baca juga: Raymond Chin Bongkar Borok Bursa Saham Indonesia: Ada Kehancuran Struktural Lalu Corporate Harakiri
Upaya tersebut diwujudkan melalui penguatan layanan Klinik Sentra Maritim Medika (SMM) yang dikelola BKKP. Klinik SMM telah meraih akreditasi paripurna, menerapkan sistem manajemen mutu berbasis standar ISO, serta didukung oleh tenaga medis profesional, termasuk dokter spesialis, dengan sarana dan prasarana medis yang modern dan memadai.
Selain melayani pelaut sebagai bagian penting dari upaya mendukung keselamatan pelayaran nasional, Klinik SMM juga membuka layanan bagi masyarakat umum dan aktif mengembangkan pendekatan promotif serta preventif melalui edukasi kesehatan, pemeriksaan berkala, dan pendampingan kesehatan terpadu.
Melalui kolaborasi DWP Kemenhub dan BKKP, webinar ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat untuk lebih bijak, kritis, dan bertanggung jawab dalam menggunakan obat tradisional dan suplemen kesehatan sebagai bagian dari upaya menjaga kualitas hidup yang sehat dan aman.
Sebagai informasi, webinar ini dilaksanakan secara hybrid, dengan kehadiran Ibu-ibu DWP Kantor Pusat Direktorat Jenderal Perhubungan Laut secara luring di Ruang Pertemuan Klinik Sentra Maritim Medika (SMM), Jakarta, sementara perwakilan Ibu-ibu DWP dari seluruh subsektor dan badan di lingkungan Kementerian Perhubungan di seluruh Indonesia mengikuti kegiatan ini secara daring.
| Kemenhub Gelar Market Sounding, Bahas ITS Bus Cepat BRT Mebidang Sumut dan Cekungan Bandung |
|
|---|
| Dirjen Hubdat Tinjau Produsen Dokumen BLUe, Tekankan Pentingnya Satu Data Kendaraan Bermotor |
|
|---|
| Ditjen Hubdat Kemenhub Hibahkan Prasarana Dermaga, Motor, Hingga Penerangan Jalan di NTT |
|
|---|
| Ditjen Hubdat Minta Operator Angkutan Umum di Yogya Terapkan Sistem Manajemen Keselamatan |
|
|---|
| Program Quick Win 100 Hari: Kampanye Keselamatan Pelayaran di Sorong , Kemenhub Bagikan Life Jacket |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/webinar.jpg)