Jumat, 24 April 2026

Berita Regional

Patut Waspada! Ini Titik Pemukiman Kota Bandung yang Rawan Longsor

Pemerintah memetakan titik di Kota Bandung yang terancam mengalami longsor karena bencana cuaca buruk. 

Editor: Desy Selviany
Istimewa/dokumentasi BPBD
LONGSOR BANDUNG BARAT - Tim SAR gabungan melakukan upaya pencarian dan pertolongan korban longsor di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Provinsi Jawa Barat, Senin (26/1/2026). Sebanyak 23 Prajurit TNI tertimbun longsor 

WARTAKOTALIVE.COM - Pemerintah memetakan titik di Kota Bandung yang terancam mengalami longsor karena bencana cuaca buruk. 

Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung pun segera melakukan mitigasi bencana agar peristiwa di Cisarua, Bandung Barat tidak terulang. 

Pemkot Bandung melakukan pengawasan ketat untuk Kawasan Bandung Utara (KBU) yang masuk wilayah Kota Bandung.

Pengawasan ketat ini menyusul terjadinya longsor di wilayah Kabupaten Bandung Barat (KBB).

KBU tersebut meliputi Kota Bandung, Kabupaten Bandung, Kota Cimahi dan Kabupaten Bandung Barat. 

Titik longsor ini membentang dari Burangrang hingga Manglayang tepatnya Bandung Utara dari barat ke timur.

Langkah pengawasan tersebut dilakukan sebagai upaya untuk mencegah terjadinya longsor akibat alih fungsi lahan seperti yang terjadi di Kabupaten Bandung Barat.

Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan menjelaskan bahwa pihaknya akan melakukan pencegahan longsor di titik yang sudah dipetakan.

"Wilayah yang perlu diantisipasi mulai dari Burangrang hingga Manglayang, membentang di Bandung Utara dari barat ke timur," ujar Farhan di Ujungberung, Senin (26/1/2026) seperti dimuat TribunJabar.

Salah satu upaya untuk mencegah longsor di KBU tersebut, Pemkot Bandung akan menambah Ruang Terbuka Hijau (RTH) dan menanam tumbuhan keras.

"Target Pemkot Bandung adalah menambah Ruang Terbuka Hijau. Saat ini perhitungan RTH sedang dilakukan oleh Ciptabintar bekerjasama dengan BPN ATR," katanya.

Selain itu, kata Farhan, pihaknya juga akan membuka peluang CSR dengan perusahaan besar untuk pengembangan RTH, bahkan tidak menutup kemungkinan melakukan ruslah demi mengejar target RTH 30 persen.

Sementara untuk antisipasi banjir, pihaknya sudah berkoordinasi dengan banyak pihak dan akan menerapkan teknologi. Sebab, saat ini baru ada satu sensor di Sungai Cikapundung untuk mendeteksi kenaikan debit air.

Baca juga: Warga Sebut Sempat Lihat Prajurit TNI Saat Longsor Cisarua, KSAL: 23 Marinir Tertimbun

"Ke depan, akan ditambah di beberapa titik lain sebagai sistem peringatan dini bencana. Kota Bandung ini penerima dampak, sehingga kita harus lebih siap mengantisipasi. Sungai-sungai seperti Cikapundung, Cidurian, dan lainnya akan menjadi perhatian," ucap Farhan.

Sedangkan untuk anggaran kebencanaan, pihaknya sudah menyiapkan Biaya Tak Terduga (BTT).

Sumber: Tribun Jabar
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved