Rabu, 13 Mei 2026

Berita Nasional

Berujung Damai, Hati Jokowi Luluh saat Eggi Sudjana Sowan dan Curhat soal Penyakit yang Dideritanya

Dalam pertemuan itu, Eggi disebut menceritakan kondisi kesehatannya serta status hukumnya sebagai tersangka.

Tayang:
Editor: Feryanto Hadi
YouTube Cumicumi
EGGI SALUT JOKOWI - Eggi Sudjana menegaskan bahwa pertemuannya dengan Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) yang berujung pada penyelesaian perkara dugaan ijazah melalui mekanisme restorative justice (RJ) bukanlah permintaan maaf, melainkan upaya menegakkan kebenaran melalui dialog. Eggi menyampaikan hal tersebut dalam pernyataan terbuka kepada media, yang ditayangkan di akun YouTube Cumicumi.com, Jumat (16/1/2026). 

Sekretaris Jenderal ReJo, Muhammad Rahmat berkisah soal pertemuan antara Eggi Sudjana dan Damai Hari Lubis dengan Joko Widodo di Solo beberapa waktu lalu.

Rahmat mengaku, pihaknya yang menjadi perantara dalam pertemuan tersebut.

Setelah pertemuan dilakukan, terbit Surat Perintah Penghentian Penyidikan (SP3) yang membatalkan status tersangka Eggi Sudjana dan Damai Hari Lubis melalui skema restorative justice.

Perkembangan itu tak lepas dari pertemuan antara keduanya dan Jokowi di Solo.

Pertemuan tersebut difasilitasi oleh relawan pendukung Jokowi, ReJo. Sekretaris Jenderal ReJo, Muhammad Rahmat, mengungkapkan awal mula komunikasi hingga akhirnya kedua pihak bertatap muka.

 Cerita soal kesehatan

Rahmat mengatakan, inisiatif pertemuan bermula saat pihaknya menjenguk Eggi Sudjana yang tengah sakit pada pertengahan Desember.

Dalam pertemuan itu, Eggi disebut menceritakan kondisi kesehatannya serta status hukumnya sebagai tersangka.

“Bang Eggi ini curhat. Beliau sedang sakit dan juga ada masalah di Polda Metro Jaya,” ujar Rahmat dalam wawancara ekslusif dengan Direktur Pemberitaan TribunNetwork Febby Mahendra Putra di Kantor Tribunnews, Jumat (23/1/2026).

 Menurut Rahmat, Eggi mengaku tengah menjalani pengobatan kanker usus dan berharap kasus yang menjeratnya dapat dihentikan agar bisa fokus pada pemulihan kesehatan.

Ia pun meminta agar difasilitasi bertemu dengan Jokowi sebagai pelapor.

 Rahmat menyebut, dirinya kemudian menyampaikan permintaan tersebut kepada Jokowi. Ia juga membawa sebuah buku yang ditandatangani Eggi sebagai bentuk pesan dan itikad untuk bertemu.

“Pak Jokowi cukup surprise, karena selama ini yang kita tahu Bang Eggi orangnya keras. Tapi beliau juga prihatin mendengar kondisi kesehatannya,” katanya.

Hanya enam orang

Pertemuan di Solo itu berlangsung hampir satu jam. Rahmat memastikan, pertemuan hanya dihadiri 6 orang dan tidak melibatkan penyidik dari Polda Metro Jaya.

Sumber: WartaKota
Halaman 1/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved