Jumat, 15 Mei 2026

Kasus Korupsi

Peran Penting Tim 8 Jalankan Misi Licik Bupati Sadewo Kumpulkan Duit Miliaran Rupiah Hasil Memeras

Sadewo ditangkap dalam sebuah operasi tangkap tangan (OTT) pada Senin (19/1/2026) lalu.

Tayang: | Diperbarui:
Editor: Feryanto Hadi
Tribunnews.com
OTT KPK-Bupati Pati Sudewo terjaring operasi tangkap tangkan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) 

Ringkasan Berita:
  • KPK mengungkap dugaan pemerasan sistematis Bupati Pati Sudewo terkait pengisian 601 jabatan perangkat desa.
  • Sudewo diduga mematok tarif Rp165–225 juta per calon dan ditangkap dalam OTT pada 19 Januari 2026.
  • Praktik ini disebut telah direncanakan sejak November 2025 dan melibatkan tim sukses serta orang kepercayaannya.
  • Pemerasan dijalankan melalui “Tim 8” yang mengoordinasikan pungutan ke calon perangkat desa di tiap kecamatan.

 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengungkap praktik pemerasan sistematis yang dilakukan Bupati Pati Sudewo terkait pengisian jabatan perangkat desa.

Dalam perkara ini, Sudewo diduga mematok tarif antara Rp 165 juta hingga Rp 225 juta kepada setiap calon perangkat desa yang ingin lolos dalam seleksi jabatan tersebut.

Sadewo ditangkap dalam sebuah operasi tangkap tangan (OTT) pada Senin (19/1/2026) lalu.

Plt Direktur Penyidikan dan Eksekusi KPK, Asep Guntur Rahayu, mengungkapkan Sudewo diduga terlibat dalam kasus dugaan pemerasan terkait jual beli jabatan perangkat desa di lingkungan Pemkab Pati.

Asep mengatakan kasus ini bermula ketika pada akhir Desember 2025, Pemkab Pati mengumumkan adanya pembukaan lowongan kerja untuk formasi perangkat desa untuk Maret 2026.

 Adapun total formasi yang dibuka yakni 601 jabatan perangkat desa.

"Kabupaten Pati diketahui memiliki total 21 kecamatan dengan 401 desa dan lima kelurahan. Jadi keseluruhannya ada 406 (desa atau kelurahan)."

Baca juga: Jumlahnya Miliaran Rupiah, Ini Sumber-sumber Upeti yang Bikin Wali Kota Madiun Maidi Dibekuk KPK

"Saat ini diperkirakan 601 jabatan perangkat desa yang kosong dan akan diisi pada bulan Maret 2026 mendatang," kata Asep dalam konferensi pers di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, Selasa (20/1/2026).

Adanya pembukaan formasi ini diduga dimanfaatkan oleh Sudewo untuk melakukan pemerasan kepada perangkat desa yang dilakukan bersama-sama dengan orang terdekatnya.

"Atas informasi tersebut, kemudian diduga dimanfaatkan oleh SDW (Sudewo) selaku Bupati (Pati) periode 2025-2030 dengan sejumlah tim sukses dan orang-orang kepercayaannya untuk meminta sejumlah uang ke sejumlah perangkat desa," tutur Asep.

 Sudewo, kata Asep, sudah merencanakan terkait upaya pemerasan itu sejak November 2025.

Di sisi lain, dia juga turut andil dalam penempatan jabatan kepala desa di mana diisi oleh anggota timsesnya.

Baca juga: Jumlahnya Miliaran Rupiah, Ini Sumber-sumber Upeti yang Bikin Wali Kota Madiun Maidi Dibekuk KPK

Baca juga: Bupati Pati dan Tiga Kades Ditahan, KPK Amankan Uang Rp 2,6 Miliar

Pemerasan Dilakukan Tim 8 Buatan Sudewo

Asep mengungkapkan ada delapan orang anggota timses Sudewo yang ditunjuk menjadi sebuah tim yang disebut 'Tim 8'.

Sumber: WartaKota
Halaman 1/4
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved