Berita Nasional

Berapi-api, Luhut Jengkel Dikaitkan dengan PT Toba Pulp Lestari

Luhut Binsar Pandjaitan mengaku jengkel dengan tuduhan-tuduhan keterkaitan dirinya dengan PT Toba Pulp Lestari (TPL).

Editor: Desy Selviany
Kompas.com/Dian Erika
Ketua DEN Luhut Binsar Pandjaitan saat memberikan keterangan pers di Kantor DEN, Jakarta, usai rapat dengan Kepala BGN Dadan Hindayana yang membahas persoalan MBG, Jumat (3/10/2025). 

WARTAKOTALIVE.COM - Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan mengaku jengkel dengan tuduhan-tuduhan keterkaitan dirinya dengan PT Toba Pulp Lestari (TPL). 

Pasalnya kata Luhut, dirinya mengaku tidak memiliki satu pun saham di TPL yang diduga menjadi penyebab banjir di Sumatra Utara.

Diketahui PT Toba Pulp Lestari (TPL) resmi dihentikan sementara operasionalnya oleh pemerintah pusat pada Desember 2025, mengikuti rekomendasi dari Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution.

Penutupan ini karena berbagai persoalan lingkungan dan sosial di sekitar Danau Toba, termasuk dampak dari banjir bandang dan longsor yang menewaskan ratusan orang di Sumatra Utara.

Kemudian Kementerian Kehutanan (Kemenhut) mengeluarkan surat penangguhan sementara izin penataan hasil hutan di wilayah konsesi TPL pada 8 Desember 2025.

Nama Luhut Binsar Pandjaitan pun terseret dalam pusaran kerusakan lingkungan di Sumatra Utara. 

Namun demikian pada Senin (12/1/2026), Luhut Binsar Pandjaitan membuat klarifikasi

Mantan Menteri Koordinator Maritim dan Investasi RI itu membantah terkait dengan TPL. 

Bahkan kata Luhut, di era Presiden ke-4 Abdurrahman Wahid (Gus Dur), dirinya pernah menyarankan penutupan TPL yang ditolak masyarakat setempat. 

Saat itu Luhut menjabat sebagai Menteri Perindustrian dan Perdagangan. 

“Kalau boleh jujur, saya sudah menolak keberadaan PT Toba Pulp Lestari (yang sebelumnya dikenal sebagai PT Indorayon) sejak lebih dari 20 tahun lalu,” 

“Penolakan ini bukan tanpa alasan, karena saat mengemban amanah sebagai Menperindag pada era Presiden Gus Dur tahun 2001, saya menyaksikan sendiri keluhan masyarakat tentang Danau Toba yang semakin keruh dan berbau,” jelas Luhut di akun instagramnya.

Baca juga: PT Toba Pulp Lestari Ditutup Sementara, Gereja HKBP Tetap Desak Penutupan Permanen

Selain itu kata Luhut, perusahaan tersebut juga merusak kawasan hutan sekitar.

Dengan berapi-api, Luhut menampik telah terlibat dalam perusahaan TPL atau memiliki saham di perusahaan tersebut.

Sebab kata Luhut, yang ada dirinya memiliki saham di PT Toba Sejahtera bukan Toba Pulp Lestari. 

Sumber: WartaKota
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved