Berita Nasional
Literasi Membaca: Kebutuhan dan Hak Dasar Manusia yang Terlupakan
Tanpa literasi membaca, manusia berisiko menjadi objek teknologi, bukan subjek yang berdaya
Penulis Sumengen Sutomo, pemerhati literasi membaca
WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Ketika Palang Merah mengampanyekan donor darah, hampir tidak ada perdebatan. Kita memahami satu hal mendasar: darah menopang kehidupan.
Ketika dunia mendorong program air bersih, sanitasi, dan hygiene (WASH), konsensus global pun terbentuk—air bersih dan sanitasi adalah hak dasar manusia.
Tanpa itu, hidup dan martabat manusia terancam.
Namun ada satu kebutuhan dan hak dasar lain yang hingga kini belum memperoleh perhatian dan perlakuan setara, yakni literasi membaca.
Baca juga: Jakarta Literaria 2025 Digelar, Pemprov DKI Perkuat Literasi dan Ekonomi Kreatif
Selama ini, literasi membaca lebih sering mendapat posisi sebagai urusan sekolah, bahkan tereduksi menjadi prestasi akademik.
Anak yang gagal membaca kerap dianggap bermasalah secara individu—kurang cerdas, kurang rajin, kurang dukungan keluarga, atau kurang disiplin.
Cara pandang ini menutup fakta yang lebih mendasar: membaca adalah prasyarat untuk mengakses hampir seluruh hak asasi manusia lainnya.
Membaca sebagai Hak, Bukan Sekadar Keterampilan Sekolah
Hak atas pendidikan, hak memperoleh informasi, hak atas kesehatan, hak atas pekerjaan layak, hingga hak berpartisipasi dalam kehidupan sosial dan politik—semuanya bergantung pada kemampuan membaca.
Seseorang boleh saja secara formal “memiliki” hak, tetapi tanpa kemampuan membaca, hak tersebut sulit diakses, dipahami, dan digunakan.
Tanpa membaca, informasi kesehatan tidak dipahami secara utuh, prosedur bantuan sosial membingungkan, kontrak kerja tidak dimengerti, dan informasi publik tidak dapat dinilai secara kritis.
Dalam kondisi ini, warga berada pada posisi rentan—bukan karena kurang kemauan, melainkan karena hak dasarnya tidak pernah benar-benar dipenuhi.
Baca juga: Atome Finance Dukung Produktivitas Petani Kakao Lombok Utara Lewat Peralatan dan Literasi Keuangan
Karena itu, kegagalan membaca tidak bisa semata-mata dilihat sebagai kegagalan individu.
Dalam kerangka hak asasi manusia, kegagalan tersebut mencerminkan kegagalan sistemik dalam menjamin akses yang adil terhadap literasi membaca.
| Menteri Ara Puji Kualitas Rumah Subsidi di Serang, Dorong Skema Pembiayaan Prorakyat Diperluas |
|
|---|
| Disarankan Manfaatkan WFA, Pemudik Diimbau Tidak Memaksakan Diri Kembali ke Jakarta pada Selasa Ini |
|
|---|
| Operasi Pembersihan Material Kayu Pascabencana di Aceh dan Sumatera Utara Berlanjut |
|
|---|
| Ahok Tentang Keras Prabowo untuk Tanam Sawit di Papua, Ini Alasannya |
|
|---|
| Gree Buka Kantor Cabang Baru di Bandung, Perkuat Layanan AC di Jawa Barat |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/ilustrasi-membaca-buku.jpg)