Berita Jakarta
Pernah Bayar Double, Pramono Minta Transjakarta dan MRT Benahi Mesin Tap
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengaku ikut alami masalah mesin tap in Transjakarta yang lambat dan dobel tarif.
Penulis: Yolanda Putri Dewanti | Editor: Dian Anditya Mutiara
Ringkasan Berita:
- Gubernur Pramono Anung ikut merasakan lambatnya mesin tap in Transjakarta yang kerap gagal atau menarik tarif ganda.
- Ia langsung meminta manajemen Transjakarta memperbaiki sistem tapping, agar perjalanan warga jadi lebih efisien.
- Pramono berharap mesin tap bisa secepat kota besar dunia, cukup “tap sambil berjalan” tanpa antre lama.
- Evaluasi juga akan menyentuh MRT dan moda transportasi terintegrasi lain, agar seluruh sistem pembayaran di Jakarta makin lancar
WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA -- Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meminta manajemen PT Transjakarta segera memperbaiki mesin tap in di halte yang kerap dikeluhkan tidak berfungsi dengan baik oleh penumpang.
Mas Pram, sapaan karib Pramono mengaku pernah mengalami kendala yang sama saat menggunakan layanan bus rapid transit (BRT) milik Pemprov DKI itu.
Apalagi, ketika dirinya menaiki kendaraan umum, terkhusus pada hari Rabu di mana seluruh pegawai di lingkungan Pemprov DKI diwajibkan naik transportasi umum.
“Saya sendiri juga mengeluhkan hal yang sama (lambat dan menarik tarif lebih dari satu kali pembayaran). Tapping-nya seringkali tidak berjalan dengan baik dan untuk itu saya sudah meminta kepada jajaran Transjakarta untuk memperbaiki,” kata Pramono, Jumat (31/10/2025).
Baca juga: Tarif TransJakarta Mau Naik, Anggota DPRD DKI Kenneth Sebut Saatnya Perbaiki Kualitas Layanan
Orang nomor satu di Jakarta itu berharap ke depan mesin tap dapat bekerja lebih cepat, mirip kota-kota besar dunia, sehingga pengguna dapat melakukan tap sambil berjalan.
“Saya berpikir, saya berharap seperti di kota-kota besar dunia sambil lari, begini (melakukan tap kartu) saja sudah bisa nge-tap,” jelas Pramono.
Menurut Pramono, sistem pembayaran nontunai di transportasi publik seharusnya memudahkan mobilitas warga, bukan justru menghambat.
Mantan Sekretaris Kabinet itu menilai, kecepatan dan keandalan sistem tapping penting untuk menciptakan pengalaman perjalanan yang efisien seperti di kota-kota besar dunia.
“Untuk itu saya sudah meminta kepada jajaran Transjakarta untuk memperbaiki supaya itu tidak terulang kembali,” ujarnya.
Baca juga: Tarif Transjakarta Bakal Naik, Pramono Sebut Warga Usulkan Naik jadi Rp 5.000 atau Rp 7.000
Pramono juga menegaskan, evaluasi serupa akan dilakukan terhadap sistem pembayaran transportasi terintegrasi lainnya di Jakarta, termasuk MRT Jakarta.
Ia ingin seluruh moda transportasi di Ibu Kota terkoneksi dengan sistem pembayaran yang efisien.
"Termasuk MRT, bukan hanya Transjakarta supaya kemudian semua yang terkoneksi untuk sistem pembayaran di Jakarta, supaya sekarang ini dilakukan perbaikan," jelas dia.
Usulan kenaikkan tarif Transjakarta
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memberikan sinyal kuat untuk menaikkan tarif Transjakarta dalam waktu dekat.
Pasalnya, subsidi yang diberikan untuk para penumpang Transjakarta cukup tinggi, yaitu mencapai lebih dari Rp 9.000 per penumpang.
Orang nomor satu di Jakarta itu mengaku belum bisa menentukan besaran tarif Transjakarta setelah dinaikkan.
Pihaknya, kata dia, masih terus melakukan kajian untuk menentukan besaran tarif Transjakarta yang tidak terlalu membebani keuangan Jakarta.
"Jadi kami sedang memfinalkan untuk itu (tarif Transjakarta)," ungkap Pramono di Balai Kota Jakarta, Rabu (29/10/2025).
Saat ini, kata dia, nilai keekonomian atau tarif Transjakarta tanpa subsidi adalah sekitar Rp 13 ribu per penumpang.
Artinya, Pemprov Jakarta harus memberikan subsidi sebesar Rp 9.700 per penumpang, mengingat tarif Transjakarta saat ini hanya Rp 3.500 per penumpang.
Baca juga: Pramono Ingin Pasang Penyangga pada 5.000 Pohon Tua, Politisi PSI tidak Setuju
Pramono mengatakan, Pemprov Jakarta tidak bisa terus menerus memberikan subsidi. Apalagi, pemerintah pusat bakal memangkas dana transfer ke daerah (TKD), termasuk dana bagi hasil (DBH), untuk Jakarta.
"Maka untuk itu kami akan melakukan penyesuaian tetapi tidak memberatkan kepada 15 golongan. Karena 15 golongannya kan tetap gratis, sehingga mereka tetap kita proteksi," kata dia.
Ia mengaku sudah menampung sejumlah usulan dari masyarakat terkait besaran tarif Transjakarta yang ideal. Dari berbagai komentar warganet di media sosial, mayoritas tarif Transjakarta yang cocok adalah Rp 5.000 atau Rp 7.000.
"Saya juga mendengar, rata-rata mereka mengusulkan, di media saya itu antara 5.000 sampai 7.000, rata-rata. Tetapi kami akan memutuskan sesuai dengan nanti apa yang menjadi kemampuan masyarakat," ujar Pramono.(m27)
Baca berita Wartakotalive.com lainnya di WhatsApp.
Baca berita Wartakotalive.com lainnya di Google News.
| PKB Kritik Rencana Nama Halte untuk Parpol, Sebut Politisasi Ruang Publik |
|
|---|
| Apel Gabungan di Pesanggrahan, Polisi-TNI dan Warga Jaga Keamanan Jakarta Selatan |
|
|---|
| Hujan dan Angin Kencang, 12 Pohon Tumbang di Jakarta Timur |
|
|---|
| Sistem Booking Royaltrans Picu Kepadatan, Pramono Minta Transjakarta Evaluasi |
|
|---|
| Diprotes Warga karena Mengganggu, Lapangan Padel dan Mini Soccer di Simprug Jaksel Masih Beroperasi |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/Pramono-minta-mesin-tap-diperbaiki45.jpg)