Berita Nasional
Prabowo Subianto Kumpulkan Menteri di Rumah Pribadi, Ada Apa?
Presiden RI Prabowo Subianto memanggil para menteri ke rumahnya di di Jalan Kertanegara, Kebayoran Baru, Jakarta, Minggu (19/10/2025) sore ini.
WARTAKOTALIVE.COM - Presiden RI Prabowo Subianto memanggil para menteri ke rumahnya di di Jalan Kertanegara, Kebayoran Baru, Jakarta, Minggu (19/10/2025) sore ini.
Pemanggilan Menteri di hari libur ini terkait dengan rapat kabinet Merah Putih.
Rapat Kabinet Merah Putih di akhir pekan itu disampaikan Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi.
"Direncanakan ada (rapat)," ujar Prasetyo seperti dimuat Kompas.com.
Pras menjelaskan, rencananya, rapat akan membahas soal pengembangan sumber daya manusia berbasis science, technology, engineering, mathematics (STEM).
Selain Prasetyo, menteri lain yang juga akan dipanggil ialah Mendikti Saintek Brian Yuliarto.
Sebelumnya Presiden Prabowo Subianto, pada Kamis, 16 Oktober 2025, memimpin rapat terbatas bersama jajaran kabinet Merah Putih di Kertanegara, Jakarta.
Rapat tersebut membahas sejumlah agenda strategis pemerintah khususnya di bidang pertanian, ekonomi dan perbankan, serta pendidikan.
Dalam keterangan tertulisnya, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menyampaikan bahwa Presiden memberikan sejumlah arahan kepada para menteri untuk segera mengambil langkah konkret.
Di bidang pertanian, Presiden menugaskan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman untuk memproduksi pupuk berkualitas tinggi.
Baca juga: Survei Setahun Prabowo-Gibran, Tingkat Kepuasan Rakyat Maksimal, Kehadiran MBG Jadi Pemicu
“Presiden menugaskan Menteri Pertanian untuk segera memproduksi pupuk berkualitas tinggi dengan harga terjangkau, guna meningkatkan produktivitas petani dan memperkuat ketahanan pangan nasional,” tulis Seskab Teddy.
Selain bidang pertanian, Presiden juga menaruh perhatian pada sektor ekonomi dan perbankan. Menurut Seskab, Presiden menekankan optimalisasi pemanfaatan devisa hasil ekspor (DHE).
“Presiden menekankan pentingnya optimalisasi pemanfaatan devisa hasil ekspor (DHE) agar dapat mendorong stabilitas ekonomi nasional dan memperkuat cadangan devisa negara.” lanjutnya.
Sementara di bidang pendidikan, Presiden memberikan perhatian terhadap penyiapan sumber daya manusia (SDM) unggul yang siap bekerja di sejumlah sektor strategis nasional.
“Presiden menginstruksikan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi untuk menyiapkan lebih dari 2.000 putra-putri terbaik Indonesia agar dalam waktu dekat ini siap bekerja di sektor-sektor strategis, baik di BUMN maupun perusahaan swasta nasional,” tutupnya.
Arahan Kepala Negara pada bidang-bidang tersebut menegaskan fokus pemerintah dalam memperkuat kemandirian nasional melalui peningkatan produksi, stabilitas ekonomi, dan pembangunan sumber daya manusia unggul.
(Wartakotalive.com/DES/Kompas.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/FORBES.jpg)