Kamis, 30 April 2026

Kasus Pemerasan

Rayu Pengusaha Sawit Lewat VCS, Mahasiswi Ini Raup hingga Rp 1,6 Miliar

Pengusaha sawit Riau jadi korban pemerasan lewat VCS. Pelaku Sisilia Hendriani dan pacarnya ditangkap Ditreskrimsus Polda Riau.

Tayang:
Editor: Mohamad Yusuf
Kompas.com via Polda Riau
PEMERASAN PENGUSAHA – Mahasiswi dan kekasihnya yang menjadi pelaku pemerasan dan pengancaman seorang pengusaha sawit dengan modus VCS saat diamankan Ditreskrimsus Polda Riau, Jumat (10/10/2025). 

WARTAKOTALIVE.COM, PALMERAH - Nama Sisilia Hendriani mendadak jadi buah bibir. Perempuan muda berusia 24 tahun ini diduga terlibat dalam kasus pemerasan terhadap seorang pengusaha sawit kaya raya di Riau.

Kisahnya seperti adegan film. Bermula dari perkenalan lewat aplikasi, berujung ancaman penyebaran video pribadi dan uang miliaran rupiah yang berpindah tangan.

Kasus ini pun menyita perhatian publik. Tak hanya karena nominal uang yang fantastis, tapi juga modusnya yang semakin marak terjadi di era digital.

Baca juga: Video Injak Al-Quran Viral, Vita ASN Bengkulu Diperiksa 3 Jam dan Minta Maaf

Baca juga: Jokowi Akui Siap All Out Bantu PSI, Ungkap Alasan akan Kerja Keras untuk Partai Sang Anak

Baca juga: Puput Hamil Anak Ketiga, Ahok Pamer Momen Foto Keluarga Serba Putih

Sisilia Hendriani diketahui merupakan mahasiswi asal Kabupaten Kampar, Riau. Ia ditangkap bersama kekasihnya, Syamsul Zekri, di Pekanbaru.

Keduanya diduga kuat menjadi pelaku pemerasan terhadap seorang pengusaha sawit berinisial MT. Dalam aksinya, mereka mengancam akan menyebarkan video call seks atau VCS kepada publik jika korban tak mengirimkan uang.

Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Riau menangkap pasangan ini pada Jumat (10/10/2025).

“Pelaku melakukan kejahatannya dengan modus video call seks. Korban mengalami kerugian Rp 1,6 miliar,” ungkap Direktur Reskrimsus Polda Riau, Kombes Pol Ade Kuncoro Ridwan.

Menurut penyelidikan awal, komunikasi antara Sisilia dan korban dimulai lewat aplikasi online. Kecantikan Sisilia membuat korban terlena. Hubungan mereka berkembang hingga percakapan pribadi lewat video call.

Di sinilah jebakan dimulai. Saat keduanya melakukan video call seks, aksi itu direkam secara diam-diam.

Setelah rekaman diperoleh, Syamsul mulai mengirim pesan ancaman. Korban diminta menyerahkan uang dalam jumlah besar jika tak ingin video pribadinya tersebar ke publik dan keluarga.

Korban yang ketakutan akhirnya mentransfer uang hingga mencapai Rp 1,6 miliar.

“Ini kejahatan yang direncanakan secara sistematis. Sisilia berperan menjebak korban, Syamsul jadi eksekutor ancaman,” kata Kombes Ade.

Polisi bergerak cepat setelah menerima laporan. Tim Ditreskrimsus mengamankan Sisilia dan Syamsul di dua lokasi berbeda di Pekanbaru.

Sejumlah barang bukti turut disita, termasuk ponsel yang dipakai melakukan video call dan berkomunikasi dengan korban.

Kini keduanya meringkuk di tahanan Polda Riau. Polisi juga masih menelusuri kemungkinan adanya korban lain dengan modus serupa.

“Kami akan tindak tegas segala bentuk kejahatan digital. Kami imbau masyarakat berhati-hati saat berkomunikasi dengan orang yang tidak dikenal,” ucap Kombes Ade.

Kasus Sisilia ini menjadi peringatan keras bagi masyarakat agar tidak mudah percaya terhadap ajakan pribadi dari orang asing.

Chairman CISSReC, Pratama Persadha, mengingatkan masyarakat untuk tidak mengangkat panggilan video dari nomor tak dikenal.

“Modus VCS sudah marak sejak 2019. Pelaku memanfaatkan kerentanan korban untuk memeras,” ujarnya.

Ia juga mengimbau agar korban tidak menuruti permintaan pelaku jika sudah terlanjur terjebak. “Jangan membayar tebusan karena tidak menjamin video tidak disebarkan,” katanya.

Selain itu, korban dapat segera mengganti username dan membuat akun pribadi menjadi privat agar tidak mudah dilacak pelaku.

Artikel ini telah tayang di TribunManado.co.id

Baca berita Wartakotalive.com lainnya di WhatsApp.

Baca berita Wartakotalive.com lainnya di Google News.

Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved