Senin, 27 April 2026

Penurunan Muka Tanah

Ini Kunci Jakarta Terhindar dari Krisis Penurunan Muka Tanah

Ini Kunci Jakarta Terhindar dari Krisis Penurunan Muka Tanah impinan Wilayah (PW) Muhammadiyah DKI Jakarta menilai percepatan

Wartakotalive.com/ Fitriyandi Al Fajri
PENURUNAN MUKA TANAH - Sekretaris Majelis Lingkungan Hidup Pengurus Wilayah Muhammadiyah DKI Jakarta, Dwi Arya di kantornya beberapa waktu lalu. Dwi menilai percepatan pembangunan jaringan air minum perpipaan merupakan langkah penting karena menjadi kunci Jakarta hindari krisis penurunan muka tanah. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Pimpinan Wilayah (PW) Muhammadiyah DKI Jakarta menilai percepatan pembangunan jaringan air minum perpipaan merupakan langkah penting.

Hal ini dilakukan untuk mengurangi ketergantungan warga terhadap air tanah, yang selama ini menjadi penyebab utama penurunan muka tanah di Ibu Kota.

Sekretaris Majelis Lingkungan Hidup Pengurus Wilayah Muhammadiyah DKI Jakarta, Dwi Arya mengatakan, transformasi status hukum Perumda PAM Jaya menjadi menjadi perseroan daerah (Perseroda) sangat penting.

Baca juga: Pemprov DKI Harus Pastikan Layanan Air Perpipaan Merata bagi Masyarakat Ibu Kota 

Perubahan status ini bukan sekadar urusan tata kelola perusahaan, melainkan strategi penting untuk memperluas cakupan layanan air minum sekaligus menyelamatkan Jakarta dari ancaman penurunan muka tanah yang kian mengkhawatirkan.

“Air adalah sumber kehidupan. Namun di Jakarta, penggunaan air tanah yang berlebihan telah memberi dampak serius berupa penurunan muka tanah. Jika ini tidak segera dikendalikan, risiko terhadap keberlanjutan kota akan semakin besar,” kata Dwi pada Jumat (10/10/2025).

Menurutnya, percepatan pembangunan air minum perpipaan menjadi solusi yang harus segera diwujudkan agar seluruh warga Jakarta dapat menikmati layanan air bersih yang layak dan berkelanjutan.

“Kehadiran air minum perpipaan yang menjangkau seluruh warga Jakarta adalah solusi yang harus dipercepat,” ujar Dwi.

Transformasi kelembagaan menuju Perseroda dinilai akan membuka peluang bagi penyedia air minum di Jakarta untuk lebih mandiri dalam hal pendanaan.

Kemandirian tersebut memungkinkan percepatan pembangunan jaringan infrastruktur air minum, instalasi pengolahan air (IPA), serta peningkatan layanan publik yang lebih berkualitas.

Dengan layanan air perpipaan yang semakin luas, ketergantungan masyarakat terhadap air tanah diharapkan dapat berkurang secara signifikan.

Langkah ini sekaligus menjadi upaya nyata menjaga faktor lingkungan dan keberlanjutan kota untuk masa depan Jakarta.

“Dengan status Perseroda, diharapkan lebih gesit dan inovatif dalam mengembangkan infrastruktur agar target 100 persen cakupan layanan air perpipaan segera terwujud. Inilah bentuk nyata bagaimana transformasi kelembagaan bisa berperan untuk kepentingan publik sekaligus penyelamatan lingkungan,” jelas Dwi.

PW Muhammadiyah DKI Jakarta menegaskan, upaya ini juga dapat melindungi keberlanjutan kota, dan mewujudkan Jakarta yang lebih sehat bagi seluruh warganya.

Baca juga: PAM Jaya Operasikan IPA Buaran III, Dorong Cakupan Layanan Air Perpipaan di Jakarta

“Keberhasilan mencapai 100 persen cakupan layanan air minum perpipaan akan menjadi tonggak penting bahwa kota ini bisa tumbuh lebih sehat, aman, dan berkelanjutan bagi seluruh warganya,” pungkas Dwi.

Diketahui, rencana Pemerintah DKI untuk melakukan penawaran saham perdana atau initial public offering (IPO) Perumda PAM Jaya menuai pro dan kontra.

Sumber: WartaKota
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved