Berita Regional
Sultan Hamengku Buwono X Ultimatum Keracunan MBG di Yogyakarta
Pemimpin Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Sri Sultan Hamengku Buwono X memberikan ultimatum atas kasus keracunan MBG
WARTAKOTALIVE.COM - Pemimpin Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Sri Sultan Hamengku Buwono X memberikan ultimatum atas kasus keracunan makan bergizi gratis (MBG) yang sempat menimpa wilayahnya.
Ultimatum Sultan Hamengku Buwono X terhadap MBG itu disampaikan saat Launching Gerakan Pangan Murah pada Jumat (26/9/2025) di Kantor DPKP DIY, Yogyakarta.
Ultimatum Sultan terhadap MBG diutarakan usai kasus keracunan MBG di Sleman, Yogyakarta.
Sultan menyebut bahwa seharusnya tidak ada lagi keracunan MBG apabila sudah tahu bagaimana alur penyajian makanan.
“Anak kita, pelajar kita saya mohon, terakhir keracunan di Sleman, hal-hal ini seperti ini jangan terulang,” ucap Sultan Hamengku Buwono X seperti dimuat Youtube Humas Jogja.
Sri Sultan mengingatkan, sayur yang dimasak dini hari dan baru dikonsumsi beberapa jam kemudian berisiko basi.
Baca juga: Ini Permintaan Presiden Prabowo pada Badan Gizi Nasional supaya Tidak Ada Lagi Kasus Keracunan MBG
Secara ilmiah, sayur memang memiliki kadar air yang cenderung tinggi dan lebih disukai bakteri, sehingga mudah basi.
“Sebetulnya nggak rumit mencari kenapa keracunan tidak perlu mengundang orang kimia. Masaknya jam setengah dua pagi, dimakan jam delapan atau jam sepuluh saja sudah mesti wayu (basi). Udah. Itu airnya, di sendok begini sudah mulur itu. Udah itu pasti. Ya, kan? Saya itu di rumah juga sering masak, jadi tahu,” kata Sri Sultan.
Sultan mengaku bisa mengetahui penyebab keracunan MBG lantaran dirinya sering memasak di rumah sehingga mengetahui kapan makanan segar harus disajikan.
Pun dirinya juga pernah terlibat dalam dapur umum selama empat tahun bencana letusan Gunung Merapi.
Diusahakan kata Sultan masak sayur di pagi hari sehingga tidak basi saat dihidangkan ke siswa.
“Korban tidak akan berkurang selama pola masak tidak berubah,” jelasnya.
Sebelumnya kasus keracunan massal di Sleman dilaporkan pada Rabu (13/8/2025).
Keracunan menimpa 212 siswa dari SMP Muhammadiyah 1 Mlati, SMP Muhammadiyah 3 Mlati, SMP Negeri 3 Mlati, dan SMP Pamungkas Mlati.
Seluruh siswa diketahui mengalami gejala setelah mengonsumsi makanan dalam program MBG yang disalurkan ke sekolah masing-masing.
Dari jumlah itu, 113 siswa dirawat di puskesmas, 19 rawat inap di RSUD Sleman, tiga siswa dirawat di RSA UGM, sedangkan sisanya hanya mengalami gejala ringan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/Gubernur-DIY-Sri-Sultan-Hamengku-Buwono-HB-X-Tanggapi-Santai-Celoteh-Ade-Armando.jpg)