Minggu, 17 Mei 2026

Berita Jakarta

Pasar Tradisional Jakarta Terancam Mati, 40 Persen Kondisinya Memprihatinkan

DPRD DKI meminta Pemprov Jakarta memberikan perhatian agar pasar tetap berfungsi sebagai pusat ekonomi rakyat.

Tayang:
Penulis: Alfian Firmansyah | Editor: Dian Anditya Mutiara
Warta Kota/Nuri Yatul Hikmah
PASAR TRADISIONAL - Potret penjualan di Pasar Tradisional Tomang Barat, Jakarta Barat. Kini 40 persen pasar tradisional di Jakarta nyaris mati 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Kondisi pasar tradisional di Jakarta kembali menjadi sorotan. Ketua Umum Puskoppas DKI Jakarta, Gusnal, menyebut 40 persen dari 153 pasar tradisional yang dikelola Pasar Jaya berada dalam keadaan memprihatinkan, mulai dari kumuh, becek, bocor, hingga sepi pengunjung.

Anggota Komisi C DPRD DKI Jakarta sekaligus Penasihat Fraksi PSI, August Hamonangan, menilai pemerintah provinsi perlu segera turun tangan.

Menurutnya, banyak pasar tradisional yang sudah tidak terawat dan rawan rusak saat terjadi banjir atau kebakaran.

“Para pedagang juga menghadapi tantangan berat karena ditinggalkan banyak pembeli, terutama setelah pandemi COVID-19. Kemunculan toko online yang lebih mudah diakses semakin menekan pasar tradisional,” ujar August, Selasa (23/9/2025).

August menambahkan, kunjungannya ke Pasar Mampang, Jakarta Selatan, beberapa waktu lalu memperlihatkan kondisi pasar yang nyaris terbengkalai.

Banyak kios tutup, lantai atas kosong, dan kotoran binatang berserakan.

Baca juga: Pramono Anung Janji Bereskan Pasar Tradisional yang Kumuh

Selain itu, lokasi pasar tradisional yang kurang strategis membuat pengunjung enggan datang.

“Para pedagang di pasar juga tengah menghadapi tantangan berat karena ditinggalkan oleh banyak pembeli, terutama setelah COVID-19. Berbagai faktor menyebabkannya, salah satunya adalah kemunculan toko-toko online yang lebih mudah diakses oleh masyarakat,” sambungnya. 

August Hamonangan, Anggota Komisi C DPRD DKI Jakarta
August Hamonangan, Anggota Komisi C DPRD DKI Jakarta (dok PSI)

August menuturkan, pihaknya melakukan kunjungan ke Pasar Mampang, Jakarta Selatan (Jaksel) beberapa waktu lalu yang menunjukkan tempatnya nyaris terbengkalai, dan sepi dari pembeli.

“Kami sendiri juga pernah berkunjung ke Pasar Mampang di Jakarta Selatan. Di sana sudah tidak ada banyak kiosk yang buka lagi. Bahkan, lantai paling atasnya juga sudah kosong sama sekali. Kemudian, tidak hanya kekosongan yang dapat kita temukan, tetapi juga kotoran-kotoran binatang terlihat berserakan di mana-mana,” katanya. 

“Selain itu, kondisinya juga sepi. Tidak banyak pengunjung yang datang dan belanja di sana. Adapun salah satu alasannya adalah letak pasar tersebut yang tidak strategis dan minimnya akses bagi masyarakat sekitar untuk masuk ke dalam sana,” sambungnya. 

Baca juga: Psikolog Lita Gading Kritik Menteri Pariwisata Widi Wardhana, Minta Prabowo Evaluasi

Lanta August mendorong Pemprov DKI Jakarta, untuk melakukan revitalisasi terhadap pasar-pasar yang kondisinya sudah kumuh. 

Ia juga meminta agar pasar-pasar tradisional dipromosikan, supaya lebih banyak lagi pembeli yang datang dan belanja di tempat tersebut. 

“Pemprov DKI harus merenovasi pasar-pasar yang sudah kumuh itu. Hal itu penting untuk dilakukan supaya baik penjual maupun pembeli nyaman ketika melakukan transaksi di sana. Kemudian, aspek keamanan juga penting untuk diperhatikan,” tuturnya.

“Pasar-pasar tradisional juga bisa dipromosikan. Dari banyaknya daya tawar yang dimiliki oleh pasar tradisional adalah kehadirannya yang fisik. Mungkin, Pemprov DKI bisa membantu pasar-pasar tradisional meningkatkan mutu dagangannya, sehingga pengunjung menjadi tertarik untuk datang dan melihat dengan mata kepala sendiri dagangannya sebelum membeli,” imbuh dia. (m32) 

Sumber: WartaKota
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved