Berita Nasional
Siapa Perdana Menteri Baru Nepal Sushila Karki yang Dipilih Lewat Chat GPT?
Setelah melakukan perubahan besar untuk negaranya, Gen Z Nepal melakukan terobosan baru dalam memilih Perdana Menteri Ad Interim
WARTAKOTALIVE.COM - Setelah melakukan perubahan besar untuk negaranya, Gen Z Nepal melakukan terobosan baru dalam memilih Perdana Menteri Ad Interim untuk memimpin negara tersebut setelah chaos.
Gen Z Nepal memilih Perdana Menteri Ad Interim memakai program kecerdasan buatan (AI) ChatGPT untuk menyaring pemimpin bersih yang menduduki kursi sementara Perdana Menteri Nepal.
Adapun hasil dari penjaringan ChatGPT tersebut nama Sushila Karki (73) muncul.
Kemudian anak muda Nepal itu memakai platform Discord untuk menggelar pemungutan suara kilat dalam menentukan perdana menteri interim mereka
Diketahui jabatan pimpinan Nepal yakni Perdana Menteri sempat kosong usai unjuk rasa besar-besaran yang terjadi di negara tersebut.
Unjuk rasa itu dipicu oleh korupsi dan nepotisme yang tinggi hingga membuat anak muda jengah dan memberontak.
Puncaknya masyarakat muda Nepal yakni golongan GenZ membakar Istana hingga rumah-rumah pejabat untuk memulai perubahan.
Setelah jabatan pemimpin negara kosong, akhirnya Sushila Karki ditunjuk sebagai Perdana Menteri Ad Interim untuk mengawal revolusi Nepal ke arah yang lebih baik hingga terpilih pemimpin berikutnya.
Ad interim adalah ungkapan Latin yang artinya adalah "sementara". Ungkapan ini sering digunakan untuk merujuk kepada pejabat sementara dalam bidang pemerintahan.
Lalu siapakah Sushila Karki yang dipilih GenZ Nepal lewat Chat GPT?
Dimuat Kontan.co.id Sushila Karki dikenal sebagai figur berintegritas dan tegas dalam menegakkan hukum di Nepal.
Karki diharapkan mampu memulihkan kepercayaan rakyat.
Hal ini memimpin transisi menuju pemilu nasional yang dijadwalkan berlangsung pada Maret 2026.
Wanita kelahiran 7 Juni 1952 di Biratnagar, distrik Morang, Nepal Timur memiliki rekam jejak pendidikan mentereng mulai dari Sarjana Seni dari Tribhuvan University (Mahendra Morang College), Sarjana Hukum dari Tribhuvan University (1978), dan Magister Ilmu Politik dari Banaras Hindu University, India (1975)
Karki memulai karier hukum sebagai pengacara (advocate) sekitar tahun 1979. Karki Menjadi hakim ad-hoc di Mahkamah Agung Nepal dan kemudian menjadi hakim tetap sekitar tahun 2009.
Baca juga: India Makin Gawat! Inilah Momen Para Menteri Nepal Dievakuasi dengan Helikopter
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/PM-Nepal.jpg)