Berita Nasional
Ini Tuntutan Mahasiswa Saat Diterima DPR RI, Ingin Dilibatkan Setiap Bahas RUU
Di hadapan DPR RI, mahasiswa mengungkapkan kekecewaannya atas sikap apati Wakil Rakyat selama ini.
WARTAKOTALIVE.COM - Di hadapan DPR RI, mahasiswa mengungkapkan kekecewaannya atas sikap apati Wakil Rakyat selama ini.
Mahasiswa kecewa tidak pernah dilibatkan dalam pembuatan undang-undang.
Seakan-akan DPR RI hanya membutuhkan suara mereka saja setiap lima tahun sekali yakni Pemilu.
Pernyataan itu disampaikan Ketua BEM Universitas Indonesia (UI) Agus Setiawan di hadapan para pemimpin DPR RI.
Pertemuan tersebut berlangsung di Gedung DPR RI pada Rabu (3/9/2025) dan disiarkan langsung di Youtube DPR RI.
Dari pertemuan tersebut terlihat hadir sejumlah pimpinan DPR RI yakni Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad dan Saan Mustofa.
Agus mengungkapkan apa yang membuat mahasiswa marah hingga akhirnya turun ke jalan untuk berunjuk rasa.
Penyebabnya kata Agus tidak lain karena tingkah polah para pejabat saat ini yang membuat mahasiswa khawatir dengan massa depan Indonesia di 2045.
"Kira-kira kita ke depan kondisi ekonomi seperti apa ya, di tengah masyarakat rentan di PHK, kok bisa ada wakil rakyat yang justru tunjangan dinaikan, dan ada simbolisasi joget-joget yang membuat hati kami sedih," tutur Agus.
"Kami seakan-akan hanya dimanfaatkan di momen pemilu saja. Tapi ketika sudah duduk di kursi enak, bapak ibu seakan-akan melupakan kami yang seharusnya dihadirkan dalam setiap rapatnya," imbuh Agus.
Maka Agus pun khawatir narasi Indonesia emas 2045 justru tidak akan tercapai ke depannya.
Agus pun meminta DPR RI untuk refleksi diri dengan amanat rakyat agar bisa diperjuangkan.
Baca juga: Mahasiswa Tantang DPR RI Buktikan Tuduhan Makar Prabowo Subianto
Diketahui selama sepekan ini Indonesia dilanda unjuk rasa serempak di berbagai daerah.
Unjuk rasa maraton yang berlangsung sejak Senin (25/8/2025) hingga Sabtu (30/8/2025) menjadi unjuk rasa terbesar di Indonesia setelah reformasi 1998.
Pasalnya unjuk rasa tersebut diikuti berbagai elemen masyarakat, bukan hanya mahasiswa namun juga siswa SMA, pengemudi ojek online (Ojol), hingga masyarakat dari berbagai kalangan.