Korupsi
Iskandar Sitorus Diperiksa KPK, Ungkap Dugaan Suap Bea Cukai Terkait Blueray Cargo
Kuasa nonlitigasi Blueray Cargo Group diperiksa hampir lima jam terkait kasus dugaan suap di Bea Cukai.
Ringkasan Berita:
- Sekretaris pendiri Indonesia Audit Watch, Iskandar Sitorus, memenuhi panggilan KPK sebagai saksi dalam kasus dugaan suap di lingkungan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai yang menyeret Blueray Cargo Group.
- Usai diperiksa hampir lima jam, Iskandar mengaku dimintai keterangan terkait tiga tersangka serta dugaan aliran dana hingga Rp91 miliar.
- Ia juga diminta menyerahkan bukti transfer yang diduga berkaitan dengan perkara yang masih dalam proses penyidikan tersebut.
WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Sekretaris pendiri Indonesia Audit Watch, Iskandar Sitorus, memenuhi panggilan pemeriksaan di Gedung Merah Putih Komisi Pemberantasan Korupsi terkait kasus dugaan suap di lingkungan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai yang menyeret perusahaan forwarding Blueray Cargo Group.
Kepada wartawan usai pemeriksaan, Iskandar mengungkapkan bahwa dirinya hadir dalam kapasitas sebagai kuasa nonlitigasi dari pimpinan Blueray Cargo Group, John Field.
Menurutnya, pemeriksaan yang berlangsung hampir lima jam tersebut berfokus pada sejumlah pertanyaan terkait tiga tersangka yang sebelumnya telah diamankan KPK dalam perkara tersebut.
“Saya dipanggil sebagai saksi karena menerima kuasa nonlitigasi dari John Field terkait dugaan tindak pidana korupsi yang dilakukan oleh tiga tersangka itu. Tadi juga dieksplorasi beberapa hal karena saya tidak terkait langsung dengan para pelaku dari pihak Bea Cukai,” ujar Iskandar di Gedung KPK, Jumat (12/6/2026).
Baca juga: Harga Emas Sabtu 13 Juni 2026, Antam Menguat, UBS dan Galeri 24 Masih Stabil
Iskandar menjelaskan, kuasa nonlitigasi yang diterimanya dari John Field diberikan untuk membantu menangani berbagai persoalan yang dihadapi perusahaan pasca operasi tangkap tangan (OTT) KPK.
Tugas tersebut mencakup pemberian pendampingan hukum di luar pengadilan, advis hukum, serta pembenahan sistem manajemen perusahaan.
“Selain itu melakukan pendampingan hukum di luar pengadilan, termasuk jika ada komplain dari pelanggan dan pihak-pihak lainnya. Saat ini jumlah pegawai Blueray yang sebelumnya sekitar 1.500 orang tersisa sekitar 115 orang,” katanya.
Dalam pemeriksaan tersebut, penyidik juga menanyakan mengenai ruang lingkup kewenangannya di lingkungan perusahaan serta kemungkinan adanya pihak lain yang terlibat dalam perkara dugaan suap tersebut.
Namun Iskandar menegaskan dirinya hanya memberikan keterangan yang berkaitan dengan dugaan suap antara pihak perusahaan dan oknum Bea Cukai.
“Arahnya memang meminta fokus pada dugaan suap yang dikeluarkan Blueray kepada oknum Bea Cukai. Untuk instansi lain saya tidak menjawab karena kuasa yang saya pegang hanya terkait kasus di Bea Cukai,” jelasnya.
Iskandar juga mengaku mendapat pertanyaan mengenai adanya transaksi yang dilakukan oleh seseorang berinisial A kepada pihak yang disebut sebagai ajudan.
Ia menyatakan belum mengetahui secara pasti nominal transfer tersebut, namun mengaku diminta penyidik untuk menyerahkan bukti transaksi yang dimaksud.
“Saya diminta menjawab secara jujur dan memang ada transfer tersebut. Saya juga diminta mengantarkan bukti transfer itu pada hari Rabu nanti,” ungkapnya.
Selain itu, Iskandar mengaku sempat menanyakan kepada penyidik mengenai informasi yang beredar terkait dugaan keterlibatan sejumlah perusahaan kargo dalam perkara tersebut.
Menurutnya, proses hukum sepenuhnya berada di tangan penyidik KPK dan publik dapat menunggu perkembangan hasil penyelidikan lebih lanjut.
| Menjerit Dirinya Hanya Pelaksana, ASN BPK Titin Rita Lestari Tetap Ditahan KPK Atas Suap Muara Enim |
|
|---|
| Diduga Bekingi Bos Tambang Aseng, Kejaksaan Didesak Segera Periksa Mantan Kapolda Kalbar |
|
|---|
| 11 Tersangka Korupsi Ekspor CPO Diserahkan ke Kejari Jaktim |
|
|---|
| Pengusaha Malang Ko Xiong Jadi Tersangka Baru Korupsi Kredit KoinWorks Rp600 M, Kejati DKI Bergerak |
|
|---|
| KPK Didesak Segera Periksa Dirjen Bea Cukai Djaka Terkait Kasus Suap Blueray Cargo |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/Sekretaris-pendiri-Indonesia-Audit-Watch-Iskandar-Sitorus.jpg)