Berita Nasional
Rupiah Melemah, Kemenpar Sebut Indonesia Kian Menarik bagi Wisatawan Asing
Wisatawan asing melihat Indonesia sebagai destinasi dengan "best value for money" yang semakin menarik untuk dikunjungi.
WARTAKOTALIVECOM, Jakarta — Pelemahan nilai tukar rupiah yang belakangan menjadi sorotan publik ternyata dinilai membawa dampak positif bagi sektor pariwisata nasional.
Kementerian Pariwisata (Kemenpar) melihat kondisi tersebut justru meningkatkan daya tarik Indonesia di mata wisatawan mancanegara karena biaya berwisata menjadi relatif lebih murah dibandingkan sejumlah negara tujuan wisata lainnya.
Deputi Bidang Pemasaran Kementerian Pariwisata, Ni Made Ayu Marthini, mengatakan melemahnya rupiah memberikan keuntungan tersendiri bagi wisatawan asing yang datang ke Indonesia.
Dengan nilai mata uang asing yang lebih kuat terhadap rupiah, daya beli wisatawan meningkat sehingga mereka dapat memperoleh lebih banyak pengalaman wisata dengan biaya yang relatif lebih rendah.
"Dengan pelemahan rupiah, buat mereka terjadi best value for money. Ketika kita melemah, itu value mereka untuk ke sini malah berlipat-lipat," ujar Ayu di sela pelaksanaan 12th Bali and Beyond Travel Fair di Nusa Dua, Bali, Jumat (29/5/2026).
Menurut Ayu, fenomena tersebut mulai tercermin dari meningkatnya minat wisatawan dari sejumlah negara, terutama dari Tiongkok.
Kemenpar mencatat terjadi kenaikan kunjungan yang cukup signifikan dari pasar tersebut, mencapai sekitar 25 persen.
Ia menjelaskan, perubahan preferensi wisata di kalangan generasi muda Tiongkok menjadi salah satu faktor pendorong.
Jika sebelumnya Jepang menjadi salah satu destinasi favorit, kini banyak wisatawan muda dari Negeri Tirai Bambu mulai melirik Indonesia sebagai alternatif yang menawarkan pengalaman wisata menarik dengan biaya yang lebih kompetitif.
"Pasar Tiongkok tumbuh cukup tinggi. Konsumen mudanya sekarang mulai memilih Indonesia karena mereka melihat nilai yang didapat lebih besar dibandingkan biaya yang dikeluarkan," kata Ayu.
Selain Tiongkok, pasar Malaysia juga menunjukkan tren positif. Wisatawan asal negara tetangga tersebut disebut semakin tertarik mengunjungi sejumlah kota di Indonesia, terutama untuk menikmati ragam kuliner yang menjadi daya tarik tersendiri.
Jakarta dan Bandung menjadi dua destinasi yang cukup diminati wisatawan Malaysia.
Selain faktor kedekatan geografis, kekayaan kuliner dan beragam pilihan wisata perkotaan menjadi alasan utama mereka berkunjung.
Meski demikian, Kemenpar mengakui pelemahan rupiah bukan tanpa konsekuensi.
Sejumlah tantangan tetap membayangi industri pariwisata nasional, terutama yang berkaitan dengan biaya operasional dan ketergantungan terhadap produk impor.
| Tidak Ada Tanda Kekerasan Fisik, Ditjenpas Ungkap Kematian Warga Lapas karena Serangan Jantung |
|
|---|
| Pemerintah Berencana Perluas MBG Hingga ke Arab Saudi, Sasar Anak TKI |
|
|---|
| Penyebab Jokowi dan SBY Kompak Tak Hadir di Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila |
|
|---|
| Heboh Stasiun Tv Lokal Siarkan Video Tak Senonoh, Ini Klarifikasinya |
|
|---|
| PDIP Sebut APBN Mengkhawatirkan: Utang Dibayar dengan Utang Baru |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/suasana-monas-di-libur-Kenaikan-Yesus-Kristus1.jpg)