Rabu, 3 Juni 2026

Teddy: Kunjungan Luar Negeri Prabowo Hasilkan Investasi Rp 2.430 Triliun

Seskab menegaskan lawatan Presiden Prabowo bukan agenda seremonial, melainkan upaya membuka peluang investasi dan memperkuat posisi Indonesia

Tayang:
Editor: Joanita Ary
Istimewa
KUNKER PRABOWO --Seskab menegaskan lawatan Presiden Prabowo bukan agenda seremonial, melainkan upaya membuka peluang investasi dan memperkuat posisi Indonesia di tengah ketidakpastian global. 

WARTAKOTALIVECOM, Jakarta — Sekretaris Kabinet Letkol Teddy Indra Wijaya mengungkapkan bahwa rangkaian kunjungan luar negeri yang dilakukan Presiden Prabowo Subianto selama sekitar satu setengah tahun terakhir telah memberikan dampak ekonomi yang signifikan bagi Indonesia.

 Berdasarkan data Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), nilai investasi yang berhasil dihimpun dari berbagai kerja sama internasional tersebut mencapai sekitar Rp 2.430 triliun.

Menurut Teddy, berbagai lawatan Presiden Prabowo ke sejumlah negara sahabat selama ini tidak dapat dipandang hanya sebagai agenda diplomatik atau kegiatan seremonial semata.

Ia menilai kunjungan tersebut merupakan bagian dari strategi pemerintah untuk memperkuat hubungan bilateral, membuka pasar baru, serta menarik investasi yang dibutuhkan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.

"Manfaatnya apa? Ya sekarang ini, di tengah konflik krisis dunia, situasi negara terjamin. Stok BBM aman, harga BBM subsidi tidak naik. Stok pangan aman," kata Teddy dalam keterangan video yang disampaikan pada Senin (1/6/2026) malam.

Teddy menjelaskan bahwa kondisi dunia saat ini masih dibayangi berbagai ketidakpastian, mulai dari konflik geopolitik hingga perlambatan ekonomi global.

Dalam situasi tersebut, pemerintah berupaya memastikan Indonesia tetap memiliki ketahanan ekonomi yang kuat melalui penguatan kerja sama internasional dan peningkatan investasi.

Salah satu contoh yang disampaikan Teddy adalah hasil kunjungan Presiden Prabowo ke Jepang dan Korea Selatan pada bulan lalu. 

Dari dua negara tersebut, Indonesia disebut memperoleh komitmen investasi baru dengan nilai mencapai sekitar Rp 575 triliun.

Ia menegaskan bahwa capaian tersebut menunjukkan bahwa diplomasi ekonomi yang dijalankan pemerintah telah menghasilkan manfaat konkret bagi pembangunan nasional.

Investasi yang masuk diharapkan dapat mempercepat pembangunan infrastruktur, memperluas lapangan kerja, meningkatkan kapasitas industri nasional, serta memperkuat daya saing Indonesia di pasar global.

Selain capaian investasi, Teddy juga menyinggung sejumlah perkembangan yang dinilai memperkuat posisi Indonesia di panggung internasional.

Salah satunya adalah bergabungnya Indonesia ke dalam kelompok negara-negara BRICS yang terdiri atas sejumlah ekonomi besar dunia.

Menurut dia, keanggotaan Indonesia dalam BRICS membuka peluang kerja sama yang lebih luas di bidang perdagangan, investasi, teknologi, dan keuangan.

Langkah tersebut dinilai semakin memperkuat posisi Indonesia dalam menghadapi dinamika ekonomi global yang terus berubah.

Sumber: WartaKota
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved