Kamis, 28 Mei 2026

Berita Nasional

Bareskrim Ungkap Penyebab Listrik Padam Massal di Sumatera

Bareskrim Polri mengungkap hasil penyelidikan awal terkait peristiwa pemadaman listrik massal atau blackout yang melanda sejumlah di Sumatera

Tayang: | Diperbarui:
Editor: Joanita Ary
KOMPAS.COM
BARESKRIM UNGKAP --Bareskrim Polri mengungkap hasil penyelidikan awal terkait peristiwa pemadaman listrik massal atau blackout yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera pada Jumat (22/5). 

WARTAKOTALIVECOM, Jakarta — Bareskrim Polri mengungkap hasil penyelidikan awal terkait peristiwa pemadaman listrik massal atau blackout yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera pada Jumat (22/5).

Dari hasil pemeriksaan sementara, gangguan tersebut diduga dipicu putusnya kabel transmisi akibat faktor cuaca buruk, bukan karena unsur sabotase.

Penyelidikan difokuskan di titik gangguan Sambungan Udara Tegangan Tinggi (SUTET) 175-176 yang berada di Desa Tempino, Kabupaten Muaro Jambi.

Lokasi itu disebut menjadi salah satu titik krusial yang memicu terganggunya sistem kelistrikan di wilayah Sumatera.

Wakabareskrim Polri, Irjen Pol. Nunung Syaifuddin, mengatakan tim penyidik bersama pihak terkait telah melakukan pengecekan langsung di lapangan untuk memastikan penyebab utama gangguan listrik tersebut.

Dari hasil temuan sementara, penyidik menemukan adanya kabel transmisi yang putus.

Kerusakan itu diduga terjadi akibat kondisi cuaca ekstrem yang memengaruhi stabilitas sistem kelistrikan.

“Gangguan tersebut menyebabkan terjadinya ketidakstabilan frekuensi dan tegangan listrik yang selanjutnya memicu trip pembangkit secara berantai,” ujar Nunung dalam keterangannya.

Efek berantai dari gangguan transmisi itu kemudian berdampak pada terhentinya pasokan listrik di sejumlah daerah di Sumatera.

Sistem interkoneksi kelistrikan yang saling terhubung membuat gangguan pada satu titik dapat memicu pemadaman dalam cakupan yang luas.

Meski demikian, Bareskrim memastikan hingga saat ini belum ditemukan indikasi adanya unsur kesengajaan maupun tindakan sabotase dalam insiden tersebut.

Polisi masih terus mendalami rangkaian kejadian dengan melibatkan pihak teknis dari sektor ketenagalistrikan guna memastikan seluruh penyebab gangguan dapat terpetakan secara utuh.

Peristiwa blackout di Sumatera sebelumnya sempat memicu keresahan masyarakat karena menyebabkan aktivitas publik terganggu di sejumlah wilayah.

Selain berdampak pada rumah tangga, pemadaman listrik juga memengaruhi operasional perkantoran, layanan usaha, hingga fasilitas umum.

Pihak kepolisian menegaskan proses penyelidikan tetap berjalan untuk memastikan aspek teknis maupun faktor pendukung lain yang berkontribusi terhadap gangguan sistem transmisi tersebut.

Sementara itu, proses pemulihan jaringan listrik disebut telah dilakukan secara bertahap oleh pihak terkait agar pasokan listrik kembali normal.

Sumber: KOMPAS
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved