Kamis, 21 Mei 2026

Berita Nasional

Pidato Prabowo soal Ekspor SDA Bikin IHSG Ambles dan  Melemah 

Pidato Presiden RI Prabowo Subianto dalam Rapat Paripurna DPR RI ke-19 soal Ekspor SDA Bikin IHSG Ambles dan  Melemah 

Tayang:
Editor: Joanita Ary
Youtube Tv Parlemen
PRABOWO SOAL EKSPOR - Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali menjadi sorotan pelaku pasar setelah mengalami pembalikan arah yang tajam di tengah pidato Presiden Prabowo Subianto dalam Rapat Paripurna DPR RI ke-19, Kamis (20/05/2026).  

WARTAKOTALIVECOM, Jakarta — Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali menjadi sorotan pelaku pasar setelah mengalami pembalikan arah yang tajam di tengah pidato Presiden Prabowo Subianto dalam Rapat Paripurna DPR RI ke-19, Kamis (20/05/2026). 

Pada awal perdagangan, IHSG sempat bergerak menguat dan menyentuh zona hijau.

Namun, situasi berubah cepat ketika Presiden mulai menyampaikan arah kebijakan baru pemerintah terkait tata kelola ekspor sumber daya alam (SDA). 

Dalam waktu singkat, indeks yang sebelumnya menguat langsung tergelincir hingga terkoreksi sekitar 2,4 persen.

Fenomena tersebut memicu perhatian investor karena pelemahan terjadi beriringan dengan pengumuman kebijakan strategis pemerintah mengenai penerapan sistem satu pintu ekspor SDA.

Kebijakan itu disebut akan menjadi instrumen baru negara dalam mengendalikan devisa hasil ekspor sekaligus memperketat pengawasan terhadap arus perdagangan komoditas utama Indonesia.

Dalam pidatonya, Prabowo menegaskan pemerintah ingin memastikan seluruh devisa hasil ekspor komoditas strategis masuk dan tercatat dengan optimal di dalam negeri.

Menurut dia, langkah tersebut diperlukan untuk memperkuat ketahanan ekonomi nasional di tengah ketidakpastian global.

“Kita harus memastikan kekayaan alam Indonesia benar-benar memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi rakyat dan negara,” ujar Prabowo dalam pidatonya di hadapan anggota DPR RI.

Kebijakan tersebut menyasar sejumlah komoditas unggulan nasional, terutama batu bara dan minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO), yang selama ini menjadi penyumbang besar devisa negara.

Pemerintah juga ingin mempersempit ruang praktik manipulasi pelaporan ekspor atau under-invoicing yang dinilai merugikan penerimaan negara.

Pasar tampaknya langsung merespons kebijakan itu dengan penuh kehati-hatian.

Sejumlah saham berbasis komoditas, terutama emiten batu bara dan perkebunan sawit, tercatat bergerak melemah hampir bersamaan setelah pernyataan Presiden disampaikan.

Pelaku pasar menilai kebijakan pengawasan devisa dan mekanisme ekspor satu pintu berpotensi memengaruhi fleksibilitas bisnis perusahaan eksportir.

Investor juga mencermati kemungkinan bertambahnya kewajiban administratif serta potensi perubahan arus kas perusahaan-perusahaan berbasis ekspor.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved