Republika Konfirmasi Dua Wartawannya Diintersep Pasukan Israel
Dalam insiden tersebut, dua jurnalis Republika, Bambang Noroyono dan Thoudy Badai, dipastikan ikut berada di kapal yang diintersep Israel.
Sekitar satu jam sebelum intersepsi terjadi, Kementerian Luar Negeri Israel telah mengeluarkan peringatan kepada seluruh peserta konvoi agar mengubah haluan dan segera kembali.
Namun armada tetap melanjutkan pelayaran menuju Gaza.
Peristiwa ini menambah daftar panjang upaya pencegatan terhadap misi sipil internasional menuju wilayah Palestina tersebut.
Sebelumnya, pada 30 April 2026, lebih dari 20 kapal bantuan juga dihentikan di dekat Yunani. Saat itu sekitar 175 aktivis ditahan sebelum sebagian di antaranya dideportasi.
Sementara itu, pemerintah Indonesia mulai bergerak melakukan langkah perlindungan terhadap warga negaranya yang berada dalam misi tersebut.
KBRI di Kairo, Yordania, Turki, dan Siprus disebut telah menyatakan kesiapan membantu proses pemulangan WNI yang terdampak intersepsi Israel.
Andi Muhyiddin berharap kedua jurnalis Republika beserta seluruh peserta misi kemanusiaan dapat segera dipastikan keselamatannya dan kembali dalam kondisi baik.
“Kami terus memantau perkembangan situasi dan berkoordinasi dengan berbagai pihak. Mari doakan yang terbaik untuk semua, khususnya rekan-rekan kami Thoudy dan Abeng,” katanya.
| Momen Mencekam Saat Pasukan Israel Naik ke Kapal Aktivis Gaza |
|
|---|
| 5 Jurnalis WNI Ditangkap Israel, Prabowo dan Menlu Sugiono Didesak Bertindak |
|
|---|
| WNI Kirim Video SOS Usai Diculik Israel di Laut Internasional |
|
|---|
| CCTV Pantau Detik-detik Israel Bajak Kapal Relawan Global Sumud Flotilla |
|
|---|
| Pasukan Israel Serang WNI yang Berlayar ke Gaza Sebagai Relawan Global Sumud |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/kapal-flotilla.jpg)