Sabtu, 2 Mei 2026

Viral Media Sosial

Sudah Diperingati Dedi Mulyadi, Ormas Kembali Kuasai Perlintasan KA Ampera Bekasi

Peringatan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi tak digubris, Perlintasan KA Ampera Bekasi kembali dikuasai ormas.

Tayang:
Editor: Dwi Rizki
Istimewa
ORMAS KUASAI PERLINTASAN KA - Suasana perlintasan sebidang JPL 86 atau dikenal perlintasan KA Ampera yang berlokasi di Jalan Ampera, dekat Stasiun Bekasi Timur pada Jumat (1/5/2026). Meski sudah diultimatum Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, lokasi tersebut kembali dijaga kelompok tak resmi yang diduga meminta pungutan kepada pengendara. 

Ringkasan Berita:
  • Peringatan yang disampaikan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi tak digubris. 
  • Meski sudah diultimatum, lokasi tersebut kembali dijaga kelompok tak resmi yang diduga meminta pungutan kepada pengendara.
  • Aksi ini viral di media sosial dan memicu sorotan warga terkait penolakan palang pintu otomatis serta dugaan praktik pungli di perlintasan tersebut.

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi secara tegas akan menindak organisasi masyarakat (Ormas) yang menguasai Perlintasan KA sebidang di Bekasi Timur, Bekasi.

Meski ultimatum sudah disampaikan, Perlintasan KA Sebidang yang dikenal Perlintasan Ampera itu kini kembali dikuasai ormas.

Hal tersebut terlihat dalam sebuah video viral yang diunggah akun instagram @fakta.indo pada Jumat (1/5/2026).

Dalam video tersebut, terlihat sejumlah pria berpakaian bebas menjaga perlintasan KA Ampera.

PERLINTASAN KA - Suasana perlintasan sebidang JPL 86 atau dikenal perlintasan KA Ampera yang berlokasi di Jalan Ampera, dekat Stasiun Bekasi Timur pada tanggal 29 April 2026. Manager Humas KAI Daop 1 Jakarta, Franoto Wibowo menyampaikan pemasangan palang besi di perlitasan KA tersebut merupakan upaya awal sekaligus langkah proaktif dalam rangka peningkatan keselamatan di perlintasan KA sebidang.
PERLINTASAN KA - Suasana perlintasan sebidang JPL 86 atau dikenal perlintasan KA Ampera yang berlokasi di Jalan Ampera, dekat Stasiun Bekasi Timur pada tanggal 29 April 2026. Manager Humas KAI Daop 1 Jakarta, Franoto Wibowo menyampaikan pemasangan palang besi di perlitasan KA tersebut merupakan upaya awal sekaligus langkah proaktif dalam rangka peningkatan keselamatan di perlintasan KA sebidang. (Istimewa)

Mereka berada di kedua sisi Perlintasan yang kini sudah dilengkapi oleh pihak PT KAI dengan palang besi sementara itu.

Besar dugaan mereka meminta uang dari pengendara bermotor yang hendak melintas.  

"Perlintasan kereta api di Jalan Ampera, Bekasi Timur, yang sempat dijaga petugas Dinas Perhubungan pasca tragedi kecelakaan, dilaporkan kembali dikuasai kelompok organisasi kemasyarakatan pada Kamis (30/4/2026) pagi," tulis admin @fakta.indo pada Jumat (1/5/2026).

"Warga menyoroti penolakan pemasangan palang pintu otomatis oleh oknum tertentu, yang diduga berkaitan dengan praktik pungutan terhadap pengendara yang melintas," tambahnya.

Video tersebut viral di media sosial.

Beragam komentar pun bersusulan dituliskan masyarakat.

@supar_disobo: Karena KB gagal di konoha jadi terus melahirkan generasi tidak berguna , cuma jadi preman , ormas yg kerjanya pungli dan meresahkan!

@raflyalfadilah: emang sebatas formalitas saja!

@erditanto_dito: Banyak kerjaan @dishubbekasikota ??

@masboen: ormas yg ikhlas ada ga sih

@vickymfhrzl: foto buat laporan doang abis tuh balik, udah biasa

Sumber: WartaKota
Halaman 1/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved