Berita Nasional
Respon Menteri Bahlil Soal Kapal Pertamina Tertahan di Selat Hormuz
Bahllil menyebut komunikasi intensif terus dilakukan dengan pihak Iran guna mencari solusi terbaik agar kapal Indonesia bisa melintas
WARTAKOTALIVE.COM, Jakarta — Ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah mulai berdampak langsung pada sektor energi Indonesia.
Pemerintah melalui Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengungkapkan bahwa sejumlah kapal tanker milik Pertamina tidak dapat melintasi Selat Hormuz akibat penutupan jalur tersebut oleh Iran.
Penutupan Selat Hormuz terjadi menyusul eskalasi konflik yang melibatkan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran.
Serangan yang dilaporkan terjadi pada 28 Februari lalu disebut menewaskan pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei.
Peristiwa tersebut memicu respons keras dari Teheran, termasuk kebijakan strategis menutup jalur pelayaran vital yang selama ini menjadi urat nadi distribusi energi global.
Dampaknya mulai dirasakan Indonesia. Berdasarkan laporan kantor berita ANTARA per 11 April, dua kapal tanker milik Pertamina, yakni Pertamina Pride dan Gamsunoro, dilaporkan masih tertahan di perairan Teluk Persia.
Pertamina Pride terpantau berada di lepas pantai kawasan Al Pantal Drai, sementara Gamsunoro tercatat berada di wilayah perairan sekitarnya yang belum dapat melanjutkan pelayaran.
Situasi ini menimbulkan kekhawatiran terhadap kelancaran pasokan energi nasional, mengingat Selat Hormuz merupakan salah satu jalur distribusi minyak paling strategis di dunia.
Sekitar sepertiga perdagangan minyak global melintasi jalur sempit tersebut, sehingga setiap gangguan berpotensi memicu efek domino terhadap harga dan ketersediaan energi.
Menanggapi kondisi tersebut, Bahlil menegaskan bahwa pemerintah tidak tinggal diam.
Ia menyebut komunikasi intensif terus dilakukan dengan pihak Iran guna mencari solusi terbaik agar kapal-kapal Indonesia dapat kembali melanjutkan perjalanan.
“Kita terus melakukan komunikasi intens dengan pihak dari Iran. Kolaborasi ESDM dengan Menteri Luar Negeri dan Kementerian Luar Negeri juga kita lakukan secara berkelanjutan,” ujar Bahlil, Senin (20/4/2026), sebagaimana dikutip dari KompasTV.
Selain jalur diplomasi, pemerintah juga disebut tengah memetakan langkah-langkah antisipatif untuk menjaga stabilitas pasokan energi di dalam negeri.
Upaya tersebut mencakup diversifikasi sumber impor minyak serta penguatan cadangan energi nasional guna menghadapi kemungkinan krisis yang berkepanjangan.
Pengamat menilai, eskalasi konflik di kawasan Teluk Persia menjadi pengingat akan kerentanan rantai pasok energi global terhadap dinamika geopolitik.
| Dianggap Menghasut dan Memotong Video Ceramah Jusuf Kalla, Ade Armando dan Abu Janda Dipolisikan |
|
|---|
| Di Balik Sorotan, Seskab Teddy Rayakan Ultah ke-37 Sederhana Saat Tugas di Paris |
|
|---|
| Harga Gas 12 KG Semakin Mahal, Warga Kelas Menengah Terjepit hingga Tidak Bisa Subsidi |
|
|---|
| Saat Investor Asing Dibuat Tertawa oleh Bahlil Soal Kenaikan Harga Gas Elpiji di Indonesia |
|
|---|
| Setelah BBM Non-subsidi, Kini Gas Elpiji 12 Kg Naik Hingga Rp36.000 |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/Menteri-ESDM-Bahlil-dan-Teddy.jpg)