Selasa, 14 April 2026

Berita Nasional

Momen Prabowo Temui Putin Bahas Geopolitik hingga Energi

Prabowo menilai Rusia telah memainkan peran yang cukup konstruktif dalam merespons berbagai dinamika geopolitik global.

Editor: Joanita Ary
KOMPAS.COM/Tidak Ada
PERTEMUAN PRABOWO DAN PUTIN -- Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menegaskan bahwa kunjungannya ke Moskow bukan sekadar agenda seremonial, melainkan bagian dari langkah strategis untuk membaca arah perubahan dunia yang kian dinamis. Dalam pertemuannya dengan Presiden Rusia Vladimir Putin, Prabowo secara terbuka menyampaikan pentingnya konsultasi langsung di tengah situasi geopolitik global yang terus bergerak cepat dan penuh ketidakpastian. 

WARTAKOTALIVE.COM, Moskow — Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menegaskan bahwa kunjungannya ke Moskow bukan sekadar agenda seremonial, melainkan bagian dari langkah strategis untuk membaca arah perubahan dunia yang kian dinamis.

Dalam pertemuannya dengan Presiden Rusia Vladimir Putin, Prabowo secara terbuka menyampaikan pentingnya konsultasi langsung di tengah situasi geopolitik global yang terus bergerak cepat dan penuh ketidakpastian.

Menurut Prabowo, perkembangan dunia saat ini tidak lagi berjalan secara linear.

Pergeseran kekuatan global, konflik kawasan, serta dinamika ekonomi internasional menuntut negara-negara untuk membangun komunikasi yang lebih intensif dan terbuka.

Dalam konteks ini, Rusia dipandang sebagai salah satu aktor kunci yang memiliki pengaruh signifikan dalam percaturan global.

Ia menekankan bahwa Indonesia perlu secara aktif menjalin dialog dengan berbagai kekuatan dunia, termasuk Rusia, guna merumuskan langkah antisipatif menghadapi tantangan ke depan.

Konsultasi tersebut, kata Prabowo, menjadi penting agar Indonesia tidak hanya menjadi pengamat, tetapi juga mampu mengambil posisi strategis dalam menjaga stabilitas dan kepentingan nasional.

Lebih jauh, Prabowo menilai Rusia telah memainkan peran yang cukup konstruktif dalam merespons berbagai dinamika geopolitik global.

Penilaian ini menjadi salah satu dasar bagi Indonesia untuk terus memperkuat hubungan bilateral yang telah terjalin selama ini, terutama dalam menghadapi situasi internasional yang semakin kompleks.

Selain isu geopolitik, pembahasan antara kedua pemimpin juga menyentuh kerja sama konkret yang dinilai relevan dengan kebutuhan kedua negara.

Prabowo secara khusus menyoroti sektor ekonomi dan energi sebagai bidang yang memiliki potensi besar untuk dikembangkan lebih lanjut.

Dalam pandangannya, penguatan kerja sama di sektor tersebut tidak hanya berdampak pada hubungan bilateral, tetapi juga menjadi bagian dari strategi ketahanan nasional Indonesia di tengah fluktuasi global.

Kunjungan ini sekaligus mencerminkan arah diplomasi Indonesia yang semakin aktif dan adaptif.

Di bawah kepemimpinan Prabowo, Indonesia berupaya memperluas ruang dialog dengan berbagai negara besar tanpa terjebak dalam polarisasi geopolitik.

Pendekatan ini dinilai penting untuk menjaga posisi Indonesia sebagai negara yang bebas aktif, sekaligus memastikan kepentingan nasional tetap terjaga dalam lanskap global yang terus berubah.

Di tengah ketidakpastian dunia, langkah diplomasi semacam ini menjadi sinyal bahwa Indonesia tidak tinggal diam.

Sebaliknya, pemerintah berupaya membaca arah perubahan sekaligus membangun jejaring kerja sama yang dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi stabilitas dan pembangunan nasional.

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved