Senin, 18 Mei 2026

Berita Nasional

Respon Kemenlu Usai Pasukan Perdamaian RI Gugur di Timur Tengah

Kemenlu menegaskan bahwa peristiwa tersebut menjadi pengingat serius atas risiko tinggi yang dihadapi para penjaga perdamaian dalam menjalankan tugas

Tayang:
Editor: Joanita Ary
Istimewa/Tidak Ada
PRAJURIT TNI TEWAS -- Pemerintah Indonesia menyampaikan duka mendalam atas gugurnya satu personel pemelihara perdamaian dalam sebuah insiden yang terjadi pada Minggu (29/3). Kementerian Luar Negeri menegaskan bahwa peristiwa tersebut menjadi pengingat serius atas risiko tinggi yang dihadapi para penjaga perdamaian dalam menjalankan mandat internasional di wilayah konflik. 

WARTAKOTALIVECOM, Jakarta — Pemerintah Indonesia menyampaikan duka mendalam atas gugurnya satu personel pemelihara perdamaian dalam sebuah insiden yang terjadi pada Minggu (29/3).

Kementerian Luar Negeri menegaskan bahwa peristiwa tersebut menjadi pengingat serius atas risiko tinggi yang dihadapi para penjaga perdamaian dalam menjalankan mandat internasional di wilayah konflik.

Dalam pernyataan resminya, Kementerian Luar Negeri mengecam keras insiden tersebut dan mendesak dilakukannya penyelidikan yang menyeluruh serta transparan guna mengungkap fakta di balik kejadian itu.

Pemerintah menilai, akuntabilitas menjadi hal krusial untuk memastikan tidak terulangnya peristiwa serupa di masa mendatang.

Indonesia juga memastikan terus berkoordinasi dengan Perserikatan Bangsa-Bangsa dalam proses pemulangan jenazah korban ke Tanah Air, sekaligus memberikan penanganan terbaik bagi personel lain yang mengalami luka-luka.

Upaya ini menjadi bagian dari komitmen negara dalam melindungi setiap warga negara yang menjalankan tugas negara di luar negeri, khususnya dalam misi kemanusiaan dan perdamaian dunia.

Lebih jauh, pemerintah menegaskan bahwa keselamatan para peacekeeper harus dijunjung tinggi sesuai dengan hukum internasional.

Setiap tindakan yang membahayakan mereka dinilai sebagai pelanggaran serius terhadap prinsip-prinsip perlindungan personel sipil dan militer dalam operasi penjaga perdamaian.

Kecaman serupa juga disampaikan oleh Sekretaris Jenderal PBB António Guterres.

Ia mengutuk keras insiden yang menyebabkan tewasnya personel Indonesia tersebut dan menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban serta pemerintah Indonesia.

Dalam pernyataannya, Guterres menegaskan pentingnya perlindungan terhadap seluruh personel penjaga perdamaian yang bertugas di bawah mandat PBB.

Ia juga mendoakan kesembuhan bagi para korban luka dan menyerukan kepada semua pihak yang terlibat dalam konflik untuk menjamin keamanan serta keselamatan personel PBB di lapangan.

Peristiwa ini kembali menyoroti tantangan yang dihadapi misi perdamaian internasional di tengah dinamika konflik yang belum mereda di berbagai kawasan.

Indonesia, sebagai salah satu kontributor utama pasukan penjaga perdamaian dunia, menegaskan komitmennya untuk terus berperan aktif dalam menjaga stabilitas global, sembari tetap menuntut jaminan keamanan maksimal bagi setiap personel yang diemban dalam misi tersebut

Sumber: KOMPAS
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved