Sabtu, 18 April 2026

Universitas Indonesia

Kajian UI: Program MBG Tingkatkan Penghasilan Relawan dan UMKM

Penelitian FISIP UI menemukan program Makan Bergizi Gratis meningkatkan pendapatan relawan, UMKM, dan mengurangi beban biaya makan keluarga penerima.

Penulis: M. Rifqi Ibnumasy | Editor: Dwi Rizki
Warta Kota/M Rifqi Ibnumasy
MAKAN BERGIZI GRATIS - Tim Peneliti Kluster Kesejahteraan Sosial dan Penanggulangan Kemiskinan, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Indonesia (UI) melakukan kajian program Makan Bergizi Gratis (MBG). Dari hasil penelitian, Prof Fentiny memaparkan BMG berdampak pada perekonomian bagi tenaga kerja dan relawan. 

Ringkasan Berita:
  • Tim peneliti FISIP Universitas Indonesia menemukan program Makan Bergizi Gratis (MBG) berdampak positif bagi ekonomi relawan, UMKM, dan keluarga penerima.
  • Relawan SPPG kini memperoleh penghasilan sekitar Rp120 ribu-Rp125 ribu per hari, sementara sejumlah tenaga seperti kepala SPPG dan ahli gizi digaji Rp5,5 juta.
  • Program ini mengurangi beban biaya makan keluarga miskin dan meningkatkan omzet UMKM lokal.

WARTAKOTALIVE.COM, DEPOK - Tim Peneliti Kluster Kesejahteraan Sosial dan Penanggulangan Kemiskinan, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Indonesia (UI) melakukan kajian program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Penelitian tersebut dipimpin oleh Prof Fentiny Nugroho beranggotakan Annisah, Anna Sakreti Nawangsari, Arif Wibowo, dan Shinta Tris Irawati.

Dari hasil penelitian, Prof Fentiny memaparkan BMG berdampak pada perekonomian bagi tenaga kerja dan relawan.

Menurut Guru Besar FISIP UI itu, relawan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) mengalami kenaikan penghasilan yang signifikan. 

“Mereka yang sebelumnya tidak bekerja atau memiliki pekerjaan serabutan, kini memiliki penghasilan tetap sekitar Rp120.000 hingga Rp125.000 per hari,” kata Fentiny, Kamis (5/3/2026).

Bahkan, untuk Kepala SPPG, ahli gizi, dan akuntan mereka mendapatkan gaji sekitar Rp5 juta hingga Rp5,5 juta dan dijanjikan menjadi ASN.

Baca juga: Uya Kuya Janji Bakal Kawal Program MBG Agar Transparan dan Tepat Sasaran

Manfaat bagi Penerima

Selain itu, MBG juga dinilai dapat berdampak bagi pengurangan pengeluaran keluarga penerima manfaat.

Penelitian kualitatif tersebut mengungkap, keluarga rentan dan miskin merasa terbantu karena beban biaya makan anak-anak mereka kini ditanggung oleh program MBG.

“Mereka senangnya karena mereka enggak perlu mengeluarkan uang untuk makan anak-anaknya gitu ya,” ujarnya.

Tak hanya itu, program MBG juga mampu meningkatkan omzet Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

Kata Fentiny, UMKM lokal yang terlibat sebagai produsen atau distributor mengalami kenaikan pendapatan antara Rp1 juta hingga Rp2 juta, baik per pesanan maupun per bulan.

Meski demikian, Fentiny melihat, UMKM belum mampu memenuhi seluruh kebutuhan besar SPPG karena keterbatasan modal. 

“Diperlukan intervensi berupa pemberian modal usaha dan pelatihan manajerial untuk meningkatkan kapasitas mereka,” jelasnya.

Rekomendasi untuk MBG 

Sumber: WartaKota
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved