Selasa, 21 April 2026

Instruksi Kapolri

Dampak Perang AS–Iran, Kapolri Perintahkan Densus 88 Siaga Satu Jelang Mudik 2026, 7 Terduga Dibekuk

Dampak Perang AS–Iran, Kapolri Perintahkan Densus 88 Siaga Satu Jelang Mudik 2026, 7 Terduga Dibekuk

Penulis: Ramadhan L Q | Editor: Budi Sam Law Malau
KOMPAS.com/Idon Tanjung
DAMPAK PERANG DIANTISIPASI - Foto merupakan ilustrasi anggota Densus 88 yang tengah bersiaga, dimana Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menginstruksikan jajaran Detasemen Khusus 88 Antiteror (Densus 88) untuk meningkatkan kewaspadaan guna mengantisipasi potensi dampak lanjutan Perang AS-Iran di Indonesia. Langkah tersebut ditempuh untuk memastikan pengamanan arus mudik Lebaran 2026 tetap berjalan aman dan kondusif di tengah dinamika global yang memanas. 

Ringkasan Berita:
  • Kapolri Listyo Sigit perintahkan Densus 88 tingkatkan kewaspadaan dampak konflik AS–Iran jelang mudik 2026.
  • Polri monitor 13.252 kelompok terindikasi jaringan teror, tujuh orang sudah diamankan.
  • Koordinasi intelijen, TNI, dan pemda diperkuat demi jaga status Zero Terrorist Attack di Indonesia.

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA – Eskalasi konflik di Timur Tengah, khususnya antara Amerika Serikat dan Iran, mendapat perhatian serius aparat keamanan dalam negeri.

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menginstruksikan jajaran Detasemen Khusus 88 Antiteror (Densus 88) untuk meningkatkan kewaspadaan guna mengantisipasi potensi dampak lanjutan di Indonesia.

Langkah tersebut ditempuh untuk memastikan pengamanan arus mudik Lebaran 2026 tetap berjalan aman dan kondusif di tengah dinamika global yang memanas.

Baca juga: Amerika Serikat Tetapkan Ikhwanul Muslimin Sebagai Kelompok Teroris

Seiring dengan itu, Densus 88 mengamankan 7 orang terduga teroris menjelang Lebaran 2026 ini.

“Kita harus waspada karena saat ini sedang terjadi konflik global yang berpotensi menimbulkan dampak lanjutan, termasuk geliat yang berkaitan dengan jaringan teror,” ujar Sigit, Selasa (3/3/2026).

13.252 Kelompok Terindikasi Teror Dimonitor

Kapolri mengungkapkan, kepolisian saat ini memonitor sebanyak 13.252 kelompok yang terindikasi memiliki keterkaitan dengan jaringan teror.

Data tersebut menjadi dasar penguatan deteksi dini dan langkah pencegahan.

Baca juga: Densus 88 Temukan Penyebaran Ideologi Neo Nazi Lewat Gim Online ke Anak-anak

Menurutnya, meski Indonesia tidak terlibat secara geografis dalam konflik AS–Iran, dinamika global tetap bisa memicu efek resonansi ideologis maupun aksi simpatisan di dalam negeri.

“Ini menjadi perhatian kita semua. Situasi global bisa memunculkan respons atau reaksi tertentu dari kelompok-kelompok yang selama ini kita pantau,” tegasnya.

Simbol Balas Dendam Iran Jadi Alarm Keamanan

Sigit juga menyoroti pengibaran bendera merah di Iran sebagai simbol pembalasan, menyusul laporan tewasnya Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei, dalam serangan yang dikaitkan dengan Israel dan Amerika Serikat.

Menurut Kapolri, simbol tersebut mencerminkan eskalasi serius yang berpotensi berdampak luas secara geopolitik dan psikologis, termasuk terhadap jaringan radikal di berbagai negara.

“Ini menjadi PR besar bagi rekan-rekan, khususnya Densus 88, untuk mempertahankan kondisi Zero Terrorist Attack di Indonesia,” ujarnya.

Tujuh Terduga Teroris Diamankan Jelang Mudik

Sumber: WartaKota
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved