Jumat, 8 Mei 2026

Jalan Rusak

Jasa Marga Tambal 150 Lubang Tol Jakarta–Cikampek per Hari, Target Nihil Lubang H-10 Lebaran 2026

Jasa Marga Tambal 150 Lubang Tol Jakarta–Cikampek per Hari, Target Nihil Lubang H-10 Lebaran 2026

Tayang:
Penulis: Rendy Rutama | Editor: Budi Sam Law Malau
Warta Kota/Rendy Rutama
PERSIAPAN MUDIK LEBARAN - Senior Manager Representative Office 1 PT JTT, Amri Sanusi saat ditemui di Jalan Tol KM 10 Cikunir, Kecamatan Bekasi Selatan, Kota Bekasi, Rabu (18/2/2026). Ia mengatakan kini perharinya Jasa Marga menambal sedikitnya 150 lubang jalan rusak perhari dan diharapakan H-10 semua jalan rusak sudah diperbaiki. 

WARTAKOTALIVE.COM, BEKASI — PT Jasamarga Transjawa Tol (JTT) menggenjot perbaikan jalan berlubang di ruas Tol Jakarta–Cikampek jelang arus mudik Lebaran 2026.

Operator menargetkan kondisi jalan bebas lubang atau mendekati nol pada H-10 Lebaran demi memastikan kenyamanan dan keselamatan pengguna jalan.

VP Corporate Secretary & Legal JTT, Ria Marlinda Paallo, menegaskan penanganan lubang menjadi prioritas utama sebelum periode mudik.

Perbaikan dilakukan setiap hari selama 24 jam dengan pola kerja terjadwal.

“Fokus utama kami sebelum Lebaran adalah meminimalisir gangguan di jalan tol, termasuk penanganan lubang yang kami lakukan setiap hari,” ujar Ria di KM 10 Cikunir, Bekasi Selatan, Rabu (18/2/2026).

JTT mengerahkan 10 tim perbaikan setiap malam di sepanjang ruas Tol Jakarta–Cikampek.

Baca juga: Imlek 2026, Tri Adhianto Nyalakan Lilin di Kelenteng Hok Lay Kiong, Titip Harapan Jalan Rusak Mulus

Pekerjaan dilakukan dalam skema “Jendela Pemeliharaan” mulai pukul 22.00 WIB hingga 05.00 WIB, saat volume kendaraan relatif lebih rendah.

Senior Manager Representative Office 1 JTT, Amri Sanusi, menjelaskan setiap tim mampu menangani 10 hingga 15 lubang per malam.

Artinya, total sekitar 120 hingga 150 lubang diperbaiki setiap hari.

"Setiap hari kurang lebih 150 lubang kami tangani. Untuk lubang titik-titik dilakukan patching, sedangkan yang berdekatan menggunakan metode spetting dan overlay,” jelas Amri.

Ia menegaskan komitmen perusahaan untuk menuntaskan setiap lubang maksimal dalam waktu 2x24 jam sejak terdeteksi. 

“Lubang boleh ada, tapi tidak boleh lama,” tegasnya.

Sejumlah titik rawan kerusakan berada di jalur padat kendaraan berat, khususnya dari kawasan Cikunir hingga Cikarang.

Menurut Amri, kendaraan bertonase berlebih (overload) serta intensitas hujan tinggi menjadi faktor utama munculnya kerusakan aspal berulang.

Dalam kondisi cuaca ekstrem, JTT bahkan menambah waktu penanganan pada siang hari, meski berdampak pada kepadatan lalu lintas.

Langkah tersebut diambil demi menjaga standar keselamatan jalan tol.

Dengan percepatan perbaikan ini, JTT berharap kondisi Tol Jakarta–Cikampek siap menghadapi lonjakan kendaraan saat mudik Lebaran 2026 dan memberikan perjalanan yang lebih aman serta nyaman bagi masyarakat.

Baca berita WartaKotalive.com lainnya di Google News dan WhatsApp

Sumber: WartaKota
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved