Sabtu, 11 April 2026

Berita Nasional

Menag Nasaruddin Minta Maaf, Sidang Isbat Awal Ramadan Digelar di Hotel Borobudur

Menteri Agama Nasaruddin Umar Minta Maaf, Sidang Isbat Awal Ramadan Digelar di Hotel Borobudur

Editor: Joanita Ary
Warta Kota/Nuri Yatul Hikmah
SIDANG ISBAT -- Menteri Agama Nasaruddin Umar menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat terkait pelaksanaan sidang isbat penentuan awal puasa Ramadan 2026 yang digelar di Hotel Borobudur, Jakarta, bukan di kantor Kementerian Agama Republik Indonesia sebagaimana lazimnya. 

WARTAKOTALIVECOM, Jakarta — Menteri Agama Nasaruddin Umar menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat terkait pelaksanaan sidang isbat penentuan awal puasa Ramadan 2026 yang digelar di Hotel Borobudur, Jakarta, bukan di kantor Kementerian Agama Republik Indonesia sebagaimana lazimnya.

Permintaan maaf itu disampaikan Nasaruddin menyusul sorotan publik atas lokasi penyelenggaraan sidang yang dinilai tidak biasa.

Ia menegaskan, pemindahan tempat semata-mata dilatarbelakangi persoalan teknis dan bukan karena pertimbangan lain.

Menurut Nasaruddin, kapasitas ruangan dan kebutuhan teknis pelaksanaan sidang menjadi pertimbangan utama.

Sidang isbat bukan sekadar forum internal, melainkan agenda nasional yang melibatkan banyak unsur, mulai dari perwakilan organisasi masyarakat Islam, pakar astronomi, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), hingga perwakilan duta besar negara sahabat.

Selain itu, kegiatan tersebut juga disiarkan secara langsung sehingga membutuhkan dukungan fasilitas yang memadai.

Ia menjelaskan, panitia mempertimbangkan aspek kenyamanan, keamanan, serta kelancaran teknis penyiaran.

Dengan jumlah undangan dan perangkat pendukung yang cukup besar, lokasi alternatif dinilai lebih representatif untuk memastikan seluruh rangkaian acara berjalan tertib.

Meski demikian, Nasaruddin mengakui bahwa keputusan tersebut menimbulkan pertanyaan di tengah masyarakat.

Karena itu, ia secara terbuka menyampaikan permohonan maaf apabila pemilihan tempat dianggap kurang tepat atau memunculkan persepsi negatif.

Sidang isbat sendiri merupakan forum resmi pemerintah untuk menetapkan awal Ramadan, Syawal, dan Zulhijah.

Penentuan tersebut dilakukan melalui dua pendekatan, yakni hisab (perhitungan astronomi) dan rukyatul hilal (pemantauan langsung posisi bulan sabit).

Hasil rukyatul hilal dari berbagai titik di Indonesia kemudian dipaparkan dalam sidang tertutup sebelum diumumkan secara terbuka kepada publik.

Dalam konteks Indonesia yang memiliki keragaman metode penetapan awal bulan hijriah, sidang isbat kerap menjadi momentum penting untuk menjaga kesatuan umat dalam memulai ibadah puasa.

Karena itu, transparansi dan kredibilitas prosesnya menjadi perhatian luas.

Sumber: KOMPAS
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved