Sabtu, 25 April 2026

Ijazah Jokowi

Eggi Sudjana Murka ke Khozinudin dan Roy Suryo: Saya Bisa Gebukin Bawa Pasukan Banyak

Harga Diri Diinjak, Eggi Sudjana Murka ke Khozinudin dan Roy Suryo: Saya Bisa Gebukin, Bawa Pasukan

|
YouTube Forum Keadilan TV
EGGI SUDJANA GERAM - Advokat senior sekaligus aktivis Eggi Sudjana meluapkan kemarahan dan kegeramannya setelah dituding “dibeli untuk jadi penghanat” hingga disebut “tuyul” oleh rekan seperjuangannya sendiri yakni Ahmad Khozinudin dan Roy Suryo. Merasa difitnah dan harga dirinya diinjak-injak, Eggi Sudjana mengklaim bisa saja melakukan cara jalanan terhadap keduanya tapi akhirnya memilih melaporkan ke polisii. 

Ringkasan Berita:
  • Eggi Sudjana melaporkan Ahmad Khozinudin dan Roy Suryo ke polisi usai dituding “dibeli Jokowi” dan disebut “tuyul”. Ia menilai tuduhan itu fitnah dan penghinaan.
  • Eggi menegaskan SP3 yang diterimanya sah secara hukum, bukan hasil lobi, serta memilih jalur hukum demi menjaga kehormatan.
  •  Ia tetap membuka pintu maaf jika ada permintaan maaf.

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA -- Advokat senior sekaligus aktivis Eggi Sudjana meluapkan kemarahan dan kegeramannya setelah dituding “dibeli untuk jadi penghanat” hingga disebut “tuyul” oleh rekan seperjuangannya sendiri yakni Ahmad Khozinudin dan Roy Suryo.

Merasa difitnah dan harga dirinya diinjak-injak, Eggi akhirnya memilih melaporkan keduanya ke polisi.

Menurut Eggi, tudingan Khozinudin, kuasa hukum Roy Suryo, bahwa dirinya “dibeli Jokowi” adalah fitnah serius.

Baca juga: Pertemuan Rahasia Solo, Eggi Sudjana ke Jokowi: Kita Sama-sama Sakit, Bapak atau Saya yang Meninggal

“Dia pakai istilah membeli. Saya boleh dong tanya, dibeli berapa? Mana transaksinya? Itu ilmu hukum! Kalau tidak sesuai fakta, itu namanya fitnah. Sakit hati saya,” tegas Eggi dalam podcast YouTube Forum Keadilan TV bersama host Margi Syarif, Sabtu (14/2/2026).

Ia menilai pernyataan Khoizinudin yang menyebut dirinya telah “dibeli jadi pengkhianat” bukan sekadar kritik, melainkan tuduhan tanpa bukti yang menyerang kehormatannya sebagai advokat.

Tak hanya itu, Eggi juga tersinggung dengan pernyataan Khozinudin yang menyebut SP3 atas dirinya tidak sah karena “produk Solo”.

“SP3 itu produk undang-undang! User-nya Kapolri. Undang-undang itu produk Presiden dan DPR. Kalau bilang itu produk Solo, berarti menghina Presiden dan DPR,” ujarnya.

Eggi menegaskan, dirinya sebenarnya bisa saja membalas dengan cara jalanan.

“Kalau saya pakai teori kerusuhan, ini kesempatan saya bikin rusuh. Saya bisa datangin, saya bisa gebukin. Saya punya banyak pasukan. Tapi itu enggak benar. Maka saya tempuh jalur hukum,” katanya.

Bagi Eggi, langkah melapor ke polisi adalah bentuk edukasi hukum, bukan balas dendam.

Ia merasa hak hukumnya terinjak setelah dituduh pengkhianat dan dilecehkan dengan istilah “tuyul”.

Terkait pernyataan Roy Suryo yang menyebut “dua tuyul menemui jin Iprit”, Eggi menilai itu bukan sekadar satire.

“Satire itu seperti puisi Butet, enggak ada kasus. Ini saya lagi ada kasus sama dia. Kenapa saya dibilang tuyul?” ucapnya geram.

Karena itulah Eggi memilih melaporkan keduanya ke polisi atas tuduhan fitnah dan penghinaan, meski sebelumnya mereka adalah rekan seperjuangan Eggi.

"Tapi ketika dia menghina seperti ini, harga diri saya terinjak-injak enggak bisa dong. Batasnya di situ," ujarnya.

Sumber: WartaKota
Halaman 1/4
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved