Rabu, 20 Mei 2026

Berita Nasional

Kemenkes dan OneSight Luncurkan Program Kesehatan Mata Nasional

Kemenkes dan OneSight EssilorLuxottica Foundation luncurkan inisiatif 3 tahun untuk perkuat layanan kesehatan mata di Indonesia.

Tayang:
Editor: Dwi Rizki
Istimewa
KESEHATAN MATA NASIONAL - Suasana skrining mata dan pemberian kacamata gratis kepada 800 penerima manfaat dalam peluncuran Program kesehatan Mata nasional di Jakarta pada Snein (2/2/2026). Kementerian Kesehatan RI bersama OneSight EssilorLuxottica Foundation meluncurkan inisiatif strategis untuk memperkuat akses layanan kesehatan mata di Indonesia. 

Ringkasan Berita:
  • Kementerian Kesehatan RI bersama OneSight EssilorLuxottica Foundation meluncurkan inisiatif strategis untuk memperkuat akses layanan kesehatan mata di Indonesia. 
  • Program tiga tahun berbasis empat pilar, mencakup pelatihan 900 perawat puskesmas, penguatan 15 Vision Center, donasi 50.000 kacamata koreksi, serta peningkatan kesadaran masyarakat. 
  • Inisiatif ini bertujuan mengatasi kelainan refraksi yang belum terdeteksi, meningkatkan produktivitas, dan mendukung komitmen global SPECS 2030 WHO. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Kementerian Kesehatan Republik Indonesia bersama OneSight EssilorLuxottica Foundation secara resmi meluncurkan inisiatif strategis untuk memperkuat akses layanan kesehatan mata di Indonesia pada Senin (2/2/2026). 

Inisiatif ini menjadi langkah penting dalam mendorong terwujudnya layanan kesehatan mata yang adil dan berkelanjutan bagi seluruh masyarakat.

Di Indonesia, kelainan refraksi yang tidak terkoreksi masih menjadi salah satu penyebab utama gangguan penglihatan.

Kondisi ini dapat berdampak signifikan terhadap capaian pendidikan, produktivitas kerja, serta kualitas hidup masyarakat.

Tanpa deteksi dini dan akses terhadap solusi koreksi, seperti kacamata, banyak hambatan dalam aktivitas belajar, bekerja, dan kehidupan sehari-hari yang sebetulnya dapat dicegah.

Melalui kemitraan ini, ekosistem kesehatan mata nasional akan diperkuat dengan pendekatan komprehensif berbasis empat pilar yang akan diimplementasikan selama tiga tahun.

Program tersebut dirancang untuk menjawab kesenjangan utama dalam pencegahan dan intervensi dini gangguan penglihatan.

Baca juga: Sudah Dua Hari Pencarian Warga yang Tenggelam di Kali Bekasi Belum Membuahkan Hasil

Empat pilar tersebut meliputi pelatihan bagi 900 perawat puskesmas guna meningkatkan kapasitas tenaga kesehatan di fasilitas pelayanan tingkat pertama dalam skrining dan deteksi dini gangguan penglihatan.

Selain itu, program ini juga mencakup penguatan 15 Vision Center di berbagai wilayah agar layanan kesehatan mata semakin mudah diakses, terjangkau, dan berkualitas.

Pilar berikutnya adalah donasi 50.000 kacamata koreksi bagi masyarakat dengan kelainan refraksi untuk meningkatkan produktivitas dan kualitas hidup.

Upaya ini dilengkapi dengan peningkatan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya menjaga kesehatan mata dan melakukan pemeriksaan mata secara rutin.

Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular Kementerian Kesehatan, Siti Nadia Tarmizi mengungkapkan gangguan penglihatan memengaruhi proses belajar, produktivitas, kemandirian, serta kualitas hidup di seluruh kelompok usia.

“Deteksi dini menjadi kunci untuk mencegah atau mengoreksi banyak gangguan penglihatan. Karena itu, kolaborasi strategis diperlukan untuk memperluas skrining, memastikan tindak lanjut layanan, serta meningkatkan kesehatan mata masyarakat,” katanya dalam siaran tertulis pada Senin (2/2/2026).

hal senada disampaikan Head of OneSight EssilorLuxottica Foundation Asia Tenggara, Patricia Koh.

Dirinya, menyampaikan komitmen pihaknya untuk bekerja bersama pemerintah dan mitra lokal.

Sumber: WartaKota
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved