Berita Nasional
Kemenkes dan OneSight Luncurkan Program Kesehatan Mata Nasional
Kemenkes dan OneSight EssilorLuxottica Foundation luncurkan inisiatif 3 tahun untuk perkuat layanan kesehatan mata di Indonesia.
Ringkasan Berita:
- Kementerian Kesehatan RI bersama OneSight EssilorLuxottica Foundation meluncurkan inisiatif strategis untuk memperkuat akses layanan kesehatan mata di Indonesia.
- Program tiga tahun berbasis empat pilar, mencakup pelatihan 900 perawat puskesmas, penguatan 15 Vision Center, donasi 50.000 kacamata koreksi, serta peningkatan kesadaran masyarakat.
- Inisiatif ini bertujuan mengatasi kelainan refraksi yang belum terdeteksi, meningkatkan produktivitas, dan mendukung komitmen global SPECS 2030 WHO.
WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Kementerian Kesehatan Republik Indonesia bersama OneSight EssilorLuxottica Foundation secara resmi meluncurkan inisiatif strategis untuk memperkuat akses layanan kesehatan mata di Indonesia pada Senin (2/2/2026).
Inisiatif ini menjadi langkah penting dalam mendorong terwujudnya layanan kesehatan mata yang adil dan berkelanjutan bagi seluruh masyarakat.
Di Indonesia, kelainan refraksi yang tidak terkoreksi masih menjadi salah satu penyebab utama gangguan penglihatan.
Kondisi ini dapat berdampak signifikan terhadap capaian pendidikan, produktivitas kerja, serta kualitas hidup masyarakat.
Tanpa deteksi dini dan akses terhadap solusi koreksi, seperti kacamata, banyak hambatan dalam aktivitas belajar, bekerja, dan kehidupan sehari-hari yang sebetulnya dapat dicegah.
Melalui kemitraan ini, ekosistem kesehatan mata nasional akan diperkuat dengan pendekatan komprehensif berbasis empat pilar yang akan diimplementasikan selama tiga tahun.
Program tersebut dirancang untuk menjawab kesenjangan utama dalam pencegahan dan intervensi dini gangguan penglihatan.
Baca juga: Sudah Dua Hari Pencarian Warga yang Tenggelam di Kali Bekasi Belum Membuahkan Hasil
Empat pilar tersebut meliputi pelatihan bagi 900 perawat puskesmas guna meningkatkan kapasitas tenaga kesehatan di fasilitas pelayanan tingkat pertama dalam skrining dan deteksi dini gangguan penglihatan.
Selain itu, program ini juga mencakup penguatan 15 Vision Center di berbagai wilayah agar layanan kesehatan mata semakin mudah diakses, terjangkau, dan berkualitas.
Pilar berikutnya adalah donasi 50.000 kacamata koreksi bagi masyarakat dengan kelainan refraksi untuk meningkatkan produktivitas dan kualitas hidup.
Upaya ini dilengkapi dengan peningkatan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya menjaga kesehatan mata dan melakukan pemeriksaan mata secara rutin.
Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular Kementerian Kesehatan, Siti Nadia Tarmizi mengungkapkan gangguan penglihatan memengaruhi proses belajar, produktivitas, kemandirian, serta kualitas hidup di seluruh kelompok usia.
“Deteksi dini menjadi kunci untuk mencegah atau mengoreksi banyak gangguan penglihatan. Karena itu, kolaborasi strategis diperlukan untuk memperluas skrining, memastikan tindak lanjut layanan, serta meningkatkan kesehatan mata masyarakat,” katanya dalam siaran tertulis pada Senin (2/2/2026).
hal senada disampaikan Head of OneSight EssilorLuxottica Foundation Asia Tenggara, Patricia Koh.
Dirinya, menyampaikan komitmen pihaknya untuk bekerja bersama pemerintah dan mitra lokal.
“Kami berkomitmen meningkatkan deteksi dini, menyediakan solusi yang terjangkau, serta memperluas layanan kesehatan mata yang berkualitas. Kemitraan ini mencerminkan komitmen bersama terhadap pencegahan dan dampak jangka panjang,” ujarnya.
Sebagai bagian dari peluncuran inisiatif ini, dilakukan kegiatan skrining penglihatan bagi masyarakat yang meliputi pemeriksaan mata dan pemberian kacamata gratis kepada 800 penerima manfaat.
Inisiatif ini sejalan dengan prioritas kesehatan nasional serta berkontribusi pada komitmen global SPECS 2030 dari World Health Organization (WHO) yang bertujuan meningkatkan akses layanan kesehatan mata secara global.
Program ini dilaksanakan melalui kerja sama dengan Yayasan Indonesia Melihat Nusantara (YIMN) sebagai mitra pelaksana, serta koordinasi dengan Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta.
| Prabowo Resmikan Museum untuk Pahlawan Buruh Marsinah |
|
|---|
| Rupiah Naik Terus! Prabowo: Rakyat Desa Tak Pakai Dolar, Indonesia Masih Aman |
|
|---|
| Prabowo Goda Jumhur: Dulu Bolak-balik Penjara, Kini Jadi Menteri Lingkungan Hidup |
|
|---|
| Jawab Tantangan Asbanda dan BSSN Perkuat Ketahanan Siber BPD Nasional |
|
|---|
| Industri Nikel Melambat, Ihwan Kadir Soroti Nasib Perusahaan Nasional dan Ekonomi Warga |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/KESEHATAN-MATA-NASIONAL-Suasana-skrining-mata-dan-pemberian-kacamata-gratis.jpg)