Jumat, 8 Mei 2026

World Economic Forum

Prabowo di WEF Davos: Indonesia Cari Otak Terbaik Dunia, Ekspatriat Boleh Pimpin Perusahaan Negara

Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menyampaikan pesan tegas dan tidak biasa di panggung World Economic Forum (WEF) Davos 2026.

Tayang:
sekretariat presiden
PRABOWO TALENTA GLOBAL - Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menyampaikan pesan tegas dan tidak biasa di panggung World Economic Forum (WEF) Davos 2026 di Swiss, Kamis (22/1/2026). Di hadapan para pemimpin dunia, investor global, dan CEO korporasi multinasional, Prabowo menyatakan Indonesia kini membuka diri terhadap kepemimpinan global, termasuk mengizinkan ekspatriat memimpin perusahaan-perusahaan milik negara. 

Ringkasan Berita:
  • Presiden Prabowo di WEF Davos 2026 membuka peluang ekspatriat memimpin BUMN sebagai bagian reformasi tata kelola dan penerapan standar manajemen global.
  • Kebijakan ini sejalan dengan pembentukan Danantara Indonesia yang mengelola aset US$1 triliun dan merampingkan 1.444 BUMN menjadi sekitar 300 perusahaan.
  • Prabowo menegaskan fokus pada efisiensi anggaran, perang terhadap korupsi, kepastian hukum, dan keterbukaan investasi demi mendorong daya saing ekonomi nasional.

WARTAKOTALIVE.COM -- Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menyampaikan pesan tegas dan tidak biasa di panggung World Economic Forum (WEF) Davos 2026 di Swiss, Kamis (22/1/2026).

Di hadapan para pemimpin dunia, investor global, dan CEO korporasi multinasional, Prabowo menyatakan Indonesia kini membuka diri terhadap kepemimpinan global, termasuk mengizinkan ekspatriat memimpin perusahaan-perusahaan milik negara.

Langkah tersebut, menurut Prabowo, merupakan bagian dari reformasi besar-besaran tata kelola ekonomi dan birokrasi yang tengah dijalankan pemerintahannya.

Baca juga: Saham Anak Usaha Astra United Tractors Terjun Bebas usai Prabowo Cabut Izin Tambang Emas Martabe

\Indonesia, kata dia, tidak lagi ingin terjebak dalam praktik lama yang sarat inefisiensi, kepentingan sempit, dan standar pengelolaan yang tertinggal dari dunia.

“Kami ingin yang terbaik. Kami ingin otak terbaik, pikiran terbaik dari seluruh dunia. Karena itu kami membuka peluang bagi ekspatriat untuk memimpin perusahaan-perusahaan negara. Kami menginginkan tata kelola kelas dunia,” ujar Prabowo dalam pidatonya yang ditayangkan dio saluran YouTube Sekretariat Presiden.

Kebijakan tersebut terhubung langsung dengan pembentukan Danantara Indonesia, sovereign wealth fund (SWF) baru yang dibentuk pemerintah dan kini mengelola aset hingga US$1 triliun.

Prabowo menyebut Danantara sebagai mesin utama untuk membiayai dan mempercepat industri masa depan Indonesia.

Danantara saat ini, kata Prabowo membawahi 1.444 badan usaha milik negara (BUMN).

Namun, Prabowo memastikan jumlah tersebut akan dipangkas secara signifikan menjadi maksimal sekitar 300 perusahaan.

“Kami akan merasionalisasi. Kami akan menghilangkan inefisiensi. Kami ingin tata kelola terbaik, manajemen terbaik, sesuai standar internasional,” tegasnya.

Prabowo menekankan bahwa Danantara dibangun dengan sistem pengawasan ketat, akuntabilitas tinggi, dan kepemimpinan profesional.

Ia menegaskan Indonesia kini siap menjadi mitra setara bagi investor global, bukan sekadar objek investasi.

Indonesia: Dari Negara Stabil Menjadi Negara Peluang

Dalam pidatonya, Prabowo menekankan bahwa Indonesia selama satu dekade terakhir berhasil menjaga stabilitas ekonomi di tengah gejolak global.

Pertumbuhan ekonomi konsisten di atas 5 persen, inflasi terkendali di kisaran 2 persen, serta defisit fiskal dijaga di bawah 3 persen PDB.

Sumber: WartaKota
Halaman 1/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved