Berita Nasional
Persoalan Klasik Lapas, Legislator DPR Soroti Masalah Overkapasitas dan Narkoba
Persoalan over kapasitas dan tingginya jumlah warga binaan menjadi masalah yang terus berulang di lembaga pemasyarakatan (lapas) tanpa penyelesaian.
Ringkasan Berita:
- Persoalan over kapasitas dan tingginya jumlah warga binaan menjadi masalah yang terus berulang di lembaga pemasyarakatan (lapas).
- Anggota DPR RI Komisi XIII Marinus Gea mengatakan masalah tersebut khususnya untuk kasus narkoba menjadi isu nasional yang terus muncul tanpa penyelesaian komprehensif.
WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Persoalan over kapasitas dan tingginya jumlah warga binaan menjadi masalah yang terus berulang di lembaga pemasyarakatan (lapas).
Anggota DPR RI Komisi XIII Marinus Gea mengatakan masalah tersebut khususnya untuk kasus narkoba menjadi isu nasional yang terus muncul tanpa penyelesaian komprehensif.
"Kenapa itu-itu saja masalahnya, tapi kita tidak bisa menyelesaikannya," ungkap Marinus lewat keterangan, Senin (1/12/2025).
Dalam pernyataannya, Marinus mempertanyakan mengapa persoalan lapas tidak kunjung terselesaikan, meski telah berulang kali dibahas dan dipantau.
Ia menegaskan bahwa buruknya koordinasi antara penegak hukum dan lembaga pemasyarakatan menjadi salah satu faktor utama mengapa masalah tersebut terus terulang.
"Overkapasitas itu tidak akan bisa dihilangkan selama koordinasi antara penegak hukum sampai kepada pembinaan tidak berjalan dengan baik," katanya.
Baca juga: PAN Tegaskan Isu Zulhas Penyebab Banjir Sumatera Tak Masuk Akal
“Ini persoalan nasional yang selalu muncul ketika kita lakukan kunjungan, dan faktanya belum pernah benar-benar tuntas,” tegas Marinus.
Ia juga menyoroti soal narkoba yang mendominasi kasus warga binaan di lapas seperti saat melakukan kunjungan kerja ke Lapas Kelas IIB Pariaman.
Berdasarkan evaluasi kunjungan dan laporan yang diterima, hampir 80 persen narapidana di seluruh Indonesia terjerat kasus narkotika.
Menurut politis PDI Perjuangan itu hal tersebut menunjukkan bahwa pembinaan di lapas belum menyentuh akar permasalahan.
"Setiap kali kita kunjungan, pasti persoalannya narkoba, bahkan 80 persen warga binaan di seluruh Indonesia adalah kasus narkoba," ungkapnya.
“Apakah ini bisa selesai ketika mereka sudah dipenjara dan dibina di lapas? Saya pribadi tidak yakin, karena faktanya tidak selalu seperti yang Bapak sampaikan ketika rapat bahwa pembinaan berjalan baik,” tuturnya.
Baca berita Wartakotalive.com lainnya di WhatsApp.
Baca berita Wartakotalive.com lainnya di Google News.
| Forum Dialog Ekonomi Restoratif 2026: Angkat Perempuan Jadi Penggerak Utama Ekonomi Restoratif |
|
|---|
| Charles Kossay Ungkap Stigmatisasi Membuat Warga Papua Tidak Percaya Diri Terlibat Pembangunan |
|
|---|
| Kementerian LH Gandeng Aliansi Lintas Agama Dorong Gerakan Tobat Ekologis Nasional |
|
|---|
| Rugi Rp4 Miliar, Kader Golkar Mengaku Dapat Tekanan usai Laporkan Dugaan Penipuan |
|
|---|
| Mayjen TNI Achmad Adipati Usul Bentuk BLU Pengawas Ekspor, Danantara Tetap Jadi Persero |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/Anggota-DPR-RI-Marinus-Gea-Dukung-Kepulauan-Nias-Jadi-Provinsi-Baru.jpg)